Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Boyolali

Sering Banjir, Drainase Jalan Merbabu Boyolali Disodet

Jumat, 21 Apr 2017 18:03

Sering Banjir, Drainase Jalan Merbabu Boyolali Disodet

Kondis jalan Simpang lima yang kerap tergenang saat hujan. (TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI)

BOYOLALI – Genangan air di jalan saat hujan, kalau tak bikin mogok sepeda motor, juga bikin sewot pengguna jalan. Karena itu pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bakal membenahi drainase di kawasan Simpang Lima.

 

Salah satunya dengan membikin sodetan air mulai dari jalan Merbabu ke Kali Gedhe, Kridanggo. Sehingga saat hujan turun, air yang berasal dari jalan Merbabu itu tak melimpas ke kawasan Simpang lima yang mengakibatkan jalan tergenang.

 

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (DPU-PR), Arief Gunarto mengatakan, pembangunan sodetan ini untuk  mengurangi beban air yang tertumpuk di jalan Simpang Lima. Karena memang, kawasan Simpang Lima kerap kali tergenang saat hujan lebat. “Saluran gorong-gorongnya sebenarnya sudah besar. Tapi karena adanya air limpasan dari atas (Jalan Merbabu, Red) makanya air menggenangi jalan,” papar Arief, Kemarin (19/4).

 

Guna mengatasi genangan di kawasan Simpang Lima Boyolali itu, pihaknya telah membuat rencana sodetan yang mengalirkan air dari Jalan Merbabu ke Kali Gedhe. Sedangkan untuk lokasinya, masih dalam pembahasan. “Ada tiga alternative. Salah satunya dari sebelah barat Masjid Agung Boyolali dan gorong-gorong di sepanjang Jalan Merbabu juga akan dinormalisasi.

“Saat ini konsepnya masih didesain. Sementara pembangunannya akan diusulkan tahun depan,” tambahnya.

 

Arief menyebutkan, penyebab genangan air di jalan Simpang lima Boyolali ini  selain kapasitas gorong-gorong di Jalan Merbabu yang cukup sempit, ternyata limpasan air tersebut disebabkan perilaku warga yang menutup gorong-gorong dengan beton. “Padahal jalan Merbabu berada di kemiringan. Air dengan deras masuk ke jalan Simpang Lima,” ungkap Arief. (wid/edy)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia