Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Boyolali

Lelang Jabatan di Pemkab Boyolali Masuki Babak Final

Kamis, 20 Apr 2017 17:30

Lelang Jabatan di Pemkab Boyolali Masuki Babak Final

Salah satu peserta lelang jabatan PTP, dicecar pertanyaan oleh Pansel di ruang Melati, Setda Boyolali, kemarin. (TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI)

BOYOLALI – Lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (PTP) di pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memasuki babak final. Panitia seleksi (Pansel) melakukan wawancara akhir kepada 12 peserta lelang jabatan yang berkompeten, di ruang Sekretariat Daerah (Setda) Boyolali, kemarin (19/4).

 

Pansel yang diketuai Anwar Hamdani, dan tiga anggota yakni Sekda Boyolali Sri Ardiningsih, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Boyolali, Karsino serta Akademisi Siti Fathonah, secara berututan memanggil satu persatu dari 12 peserta lelang.

 

Sebanyak 12 peserta yang dicecar beragam pertanyaan itu berasal dari tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka adalah Waskitho Rahardjo, Darmanto, Hanik Nuril Qoyimah, dan Agrar Mahadi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Kemudian untuk Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) yaitu Sri Wiyono, Lusia Dyah Suciati, Wiwis Trisiwi Handayani dan Sunarno. Sedangkan untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terdiri dari Achmad Ghojali, M. Arief Wardianta, Siti Askariyah, dan Totok Eko Yudi Priatmo.

 

“Proses wawancara ini sangat penting. Karena kami harus mengetahui tiga pejabat mana yang paling pantas kami rekomendasikan ke Bupati,” papar Anwar, sebelum pelaksanaan tes wawancara, kemarin.

 

Anwar menyebut ada banyak unsur yang dijadikan tolok ukur peserta lelang. Diantaranya berkaitan dengan loyalitas pejabat terhadap negara, integritas, komitmen, problem solving serta inovasi dan kreatifitas peserta lelang. “Intinya, jangan sampai kami (Pansel, Red) memberikan rekomendasi kepada bupati pejabat yang kurang tepat,” ungkap Anwar.

 

Dijelaskan Anwar, setelah tahapan wawancara ini selesai, masih ada satu lagi yang perlu digali sebelum Pansel menggelar rapat pleno untuk menentukan siapa saja yang pantas mendapat rekomendasi. Yakni menelusuri rekam jejak peserta dan melakukan home visit. Termasuk menggali informasi kepada tetangga sekitar juga akan dilakukan. “Jangan sampai ada calon pejabat yang bermasalah di lingkungan tempat tinggalnya,” terangnya.

 

Menurut Anwar, pihaknya optimistis dengan serangkaian kegiatan lelang jabatan ini dapat  menghasilkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang terbaik dari yang baik. Di sisi lain, untuk mengisi OPD itu, ada 24 pejabat Boyolali yang mendaftarkan diri. Setelah tes tahap I, berhasil mengandaskan 6 pejabat dan tinggal 18. Lalu tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS menguji kompetensi dan gugur 6. Pansel lalu melakukan wawancara dan home visit kepada calon PTP untuk menentukan 9 nama pejabat yang pantas direkomendasi, dengan masing-masing OPD diajukan 3 nama. (wid/edy)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia