Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Ekonomi

90 Persen Bawang Putih Masih Impor

Kamis, 20 Apr 2017 18:00

90 Persen Bawang Putih Masih Impor

Harga bawang putih di pasat tradisional Solo terus mengalami kenaikan. Kini sudah tembus Rp 49 ribu-Rp 50 ribu per kg. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Kenaikan harga komoditas bahan pangan mulai terlihat. Salah satu yang jadi perhatian adalah bawang putih yang harganya kini mencapai Rp 49 ribu-Rp 50 ribu per kilogram (kg).

 

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional di Solo, kenaikan harga bawang putih terjadi sejak beberapa hari lalu. Sebelumnya, harga bawang putih berada di kisaran Rp 30 ribu per kg. Pergerakan harga ini menjadi perhatian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta.

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo Bandoe Widiarto mengatakan, umumnya semua harga pangan yang strategis masih relatif stabil. Namun, memang ada pergerakan harga untuk komoditas bawang putih. Ini disebabkan produksi bawang putih dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia.


“Bawang putih dalam negeri sejauh ini memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Banyak petani yang mengaku biaya produksi tidak sebanding dengan hasil yang dicapai. Saat ini bawang putih masih impor, bahkan mecapai 90 persen,” tutur Bandoe kepada wartawan di kantornya kemarin (19/4).

 

Lebih lanjut diungkapkan Bandoe, kenaikan harga tersebut bukan merupakan tren jelang Ramadan. Selain produksi yang masih rendah, kenaikan harga juga dipicu pada jalur distribusi transportasi yang belum cepat.

 

Namun demikian, ia optimistis kondisi harga dan stok komoditas sepanjang bulan ini masih ramah bagi konsumen. Bahkan, ia memprediksi April masih terjadi deflasi seperti pada Maret. ”Dari kelompok volatile food telah mengalami penurunan harga, seperti cabai dan bawang merah. (gis/ria)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia