Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Sragen

OJK: Usut Tabungan Raib di Bank Jateng

Kamis, 20 Apr 2017 13:46

OJK: Usut Tabungan Raib di Bank Jateng

Nasabah melakukan transaksi di kantor Bank Jateng Cabang Sragen. ()

SRAGEN – Berkurangnya uang tabungan milik PNS dinas sosial (dinsos) Sragen yang disimpan di Bank Jateng Cabang Sragen secara misterius, bukan perkara sepele. Sebab itu, polisi diharapkan secepatnya menuntaskan kasus tersebut.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta Laksono Dwionggo menuturkan, kasus serupa juga pernah di bank-bank lainnya. ”Pihak bank harus bisa membuktikan. Jangan-jangan saudaranya, keluarga (nasabah, Red) atau siapa (yang mengambil uang tabungan, Red). Sebab nasabah sudah merasa kehilangan uang,” jelasnya, Rabu (19/4).

”Beberapa laporan yang masuk ke kami, di mal wilayah Solo, ada (uang tabungan, Red) yang dalam seminggu habis dibelanjakan pihak tidak bertanggung jawab,” imbuh Laksono.

OJK menyarankan agar pihak nasabah dan Bank Jateng Cabang Sragen dapat menyelesaikan kasus tersebut dengan kepala dingin. Selain itu, pihak kepolisian diharapkan bergerak cepat.

”Kalau sudah lapor polisi, ya sudah biar polisi yang memiliki kewenangan. Kita  juga hanya mediasi. Kalau serahkan polisi, kita tunggu saja. Pihak bank pastinya sudah berkoordinasi dengan pihak kantor pusat,” kata Laksono.

Lebih lanjut diterangkannya, jika raibnya uang nasabah dampak dari kesalahan sistem di bank, maka pihak bank berkewajiban mengganti uang yang hilang. Tapi, jika sebaliknya, tabungan berkurang akibat kelalaian nasabah, bank tidak akan mengganti. ”Ini baru kemungkinan. Biar nanti diputuskan pengadilan jika sudah disampaikan pada penegak hukum,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso menuturkan, laporan Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Dinas Sosial Sragen Ine Marliah yang menyatakan uang tabungannya senilai belasan juta rupiah di Bank Jateng Cabang Sragen raib, belum diterima satuan reserse dan kriminal (Satreskrim) Polres Sragen.

”Dari SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu) belum masuk. Mungkin pertimbangan SPKT mengarah berdasarkan locus delicti (lokasi kejadian, Red). Lokasinya setahu saya bukan di Sragen,” terang Supadi.

Meskipun begitu, lanjut Supadi, jika diamati secara sepintas, hilangnya tabungan milik Ine karena masalah transaksi elektronik di anjungan tunai mandiri (ATM). Maka diperlukan tim khusus.

Sementara itu, Kepala Dinsos Sragen Supriyatno mengungkapkan, kejadian yang menimpa Ine membuat PNS lainnya khawatir dengan uang tabungannya di Bank Jateng Cabang Sragen. ”Tentu saja menjadi tidak tenang,” ucapnya.

Supriyatno berharap pihak bank dan kepolisian  mampu menyelesaikan dan mengusut kasus tersebut. Mengingat, kehilangan uang tabungan sekitar Rp 11 juta cukup besar bagi seorang PNS. Dia juga meminta, PNS rutin mengganti nomor personal information number (PIN) ATM. (din/wa)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia