Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Karanganyar

Waspada, Peredaran Pil Koplo Sasar Pelajar SMA

Kamis, 20 Apr 2017 10:52

Waspada, Peredaran Pil Koplo Sasar Pelajar SMA

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak bersama tersangka pengedar pil koplo, Arifin Setiawan dalam gelar perkara di Mapolres Karanganyar, kemarin (19/4). (RUDI HARTONO/RADAR KARANGANYAR)

KARANGANYAR – Ini peringatan bagi para orang tua yang punya anak pelajar sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat. Awal bulan ini, jajaran Polsek Karanganyar Kota bersama Satreskrim Polres Karanganyar berhasil menangkap Arifin Setiawan, 28, warga Manggung, Cangakan, Karanganyar. Arifin diduga kuat sebagai pengedar pil koplo golongan G di kalangan pelajar SMA.

Dalam gelar perkara yang dilakukan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, kemarin (19/4), penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah salah seorang anggota Polsek Karanganyar memergoki ada bocah SMA yang mengkonsumsi pil koplo. Saat ditanya, bocah tersebut mengaku pil tersebut untuk obat influensa. Setelah diselidiki, ternyata obat tersebut didapat dari tersangka Arifin.

Tersangka pun berhasil ditangkap jajatan tim Satreskrim Polsek Karanganyar Kota di belakang Kantor Setda Karanganyar. Saat digeledah, tim awalnya hanya berhasil mengamankan 38 paket. Tiap paket berisi 10 butir pil koplo siap edar. Dari hasil pengembangan, lantas dilakukan penggledahan di rumah tersangka. Hasilnya, tim berhasil mengamankan sebanayk 911 pil koplo siap edar.

”Saat itu anggota curiga dengan obat yang dikonsumsi salah seorang anak. Setelah ditanya, ternyata obat itu didapat dari tersangka dan kami lakukan penggeledahan. Karena terbukti, selanjunya tersangka diganjar pasal 196 UU 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Ade kepada Radar Karanganyar.

Dari hasil penyidikan, tersangka Arifin baru mengedarkan barang haram tersebut sekitar lima bulan terakhir. Tersangka membeli via online. Harganya Rp 1 juta, berisi sekitar 1.000 butir pil koplo. Oleh tersangka, tiap 25 butir dijual lagi dengan harga Rp 25.000. Keuntungan tersangka dari menjual pil koplo tersebut, sekitar Rp 1,2  juta.

”Kami sedang menelusuri siapa pemasok pil tersebut. Ternyata pil itu dibeli online dari kawasan Makassar,” jelas Ade.

Mengantisipasi maraknya peredaran pil tersebut, jajaran polres sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Serta melakukan pengecekan terhadap sejumlah apotek.

Menurut pengakuan tersangka, ia sengaja menjual pil koplo tersebut lantaran tergiur keuntungan besar . Serta banyaknya kalangan pelajar SMA di Karanganyar yang mengkonsumsinya. Saat transaksi, tersangka biasanya dihubungi para pelajar . Pil koplo tersebut lantas diserahkan di sebuah lokasi yang sudah ditentukan saat transaksi.

”Saya pesan lewat online. Kemudian iseng menjual ke teman-teman. Ternyata banyak yang konsumsi. Ada yang masih duduk di bangku SMA ,” ujar pemuda tamatan SMP tersebut. (rud/fer)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia