Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Sragen

LSM Topan Tengarai 47 Proyek di Sragen Dimonopoli

Kamis, 20 Apr 2017 10:40

LSM Topan Tengarai 47 Proyek di Sragen Dimonopoli

Kantor LPBJ Sragen sangat berperan penting dalam lelang proyek. ()

SRAGEN – Proses lelang 47 paket proyek infrastruktur di Sragen lewat Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Sragen ditengarai ada monopoli. Ada indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh pihak oknum pejabat terkait. Pasalnya, masih ada kontraktor yang seharusnya tidak lolos kualifikasi tetap masih berlanjut.

Menurut Ketua Divisi Tim Operasional Pengawas Aset Negara (Topan) Jawa Tengah Dawam mengatakan, ada mekanisme lelang yang tidak benar dan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku.

”Adanya beberapa aduan dan informasi beberapa peserta lelang proyek binamarga tahun anggaran 2017. Adanya indikasi penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan beberapa pejabat terkait,” terang Dawam.

Salah satu indikasi tersebut yakni berupa syarat yang ditentukan dalam spesifikasi teknis diharuskan menggunakan besi wire mesh sesuai ketentuan SNI 07-0663-1995. Artinya bahwa seluruh dukungan dari produsen maupun distributor harus dilampiri sertifikat dan brosur yang sesuai dengan persyaratan, sebagai bukti penyedia jasa.

Tetapi yang aneh justru banyak penyedia jasa yang tidak melampirkan sertifikat SNI dan brosur dalam surat dukungan sesuai syarat yang ditentukan malah diundang klarifikasi.

”Seharusnya jika tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut otomatis dinyatakan gugur. Namun faktanya malah terbalik. Mereka yang mampu memenuhi persyaratan itu tidak mendapat undangan klarifikasi. Sementara yang tidak memenuhi syarat malah diundang,” bebernya.

Dawam melihat ada pihak yang mengetahui bahwa sejumlah rekanan penyedia jasa tidak dilampiri sertifikat SNI dan brosur sesuai persyaratan. Hal itu diketahui dari hasil konfirmasi Topan-RI ke beberapa produsen besi wiremesh di beberapa wilayah, seperti perusahaan di Gresik, Sidoarjo, Yogyakarta, Semarang dan beberpa distributor besi wiremesh lain di wilayah Solo.

”Kalau melihat kondisi seperti itu, dapat disimpulkan bahwa seharusnya banyak penyedia jasa yang dapat langsung dinyatakan gugur. Pasalnya  dokumen pendukung yang dikeluarkan produsen dan distributor yang memproduksi atau memasarkan wairmesh sesuai syarat yang ditentukan, tidak dimiliki,” tutur Dawam.

Dawam melihat persoalannya bahwa pihak LPBJ ada indikasi unsur kesengajaan melakukan tahapan klarifikasi hanya sebagai formalitas belaka. Karena peserta lelang yang secara profesional memenuhi persyaratan lelang digugurkan, karena tidak sesuai dengan kehendak beberapa oknum pejabat.

Sementara Kabag LPBJ Sragen Tedi Rosanto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa proses lelang sudah dilakukan secara terbuka, profesional dan sesuai aturan yang berlaku. Pihaknya membantah adanya kecurangan dan monopoli maupun  tudingan permainan dalam proses lelang tersebut. ”Kami jamin tidak ada permainan dalam lelang, semua sesuai prosedur yang ada,” kata Tedi.

Dia menegaskan saat ini memang dalam tahap klarifikasi terhadap peserta lelang. Setelah klarifikasi, sekitar sepekan dilakukan pengumuman dan selanjutnya masa sanggah. Saat ini klarifikasi tersebut dilakukan terhadap 47 paket pekerjaan infrastruktur TA 2017. ”Pengumuman lelang masih nanti Jumat, dan masih ada masa sanggah,” terangnya. (din/bun)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia