Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Klaten

Kartu Tani Tak Maksimal

Rabu, 19 Apr 2017 16:30

Kartu Tani Tak Maksimal

Salah satu pemilik Kios Pupuk Lengkap (KLP) di Desa Solodiran. (RADAR SOLO PHOTO)

KLATEN – Pembeliaan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani sebenarnya sudah mulai diterapkan sejak 1 April lalu. Sayang, tak semua wilayah di Kabupaten Klaten melaksanakan program tersebut. Salah satunya di Kecamatan Jogonalan, diketahui hingga Senin (17/4) kemarin, pembelian masih dilakukan secara manual.

 

Terkait keberadaan kartu tani tersebut, pemilik sebuah Kios Pupuk Lengkap (KLP) di salah satu desa di Kecamatan Jogonalan justru menutup diri. Pemilik yang enggan disebutkan namanya itu mengaku sebenarnya seluruh sarana dan prasarana untuk penggunaan kartu tani pada pembelian pupuk bersubsidi sudah siap, tapi memang belum berjalan sesuai mekanisme.

 

“Sebenarnya sudah siap, tapi penyusunan rencana kebutuhan kelompok (RDK) tani yang belum terdata. Ketika kartu digesek juga tak menampilkan kuota pupuk bersubsidi dari masing-masing petani, sehingga penggunaannya diundur,” ucapnya, Senin (17/4).

 

Salah satu petani asal Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan, Widodo, 45, mengaku jika pembelian pupuk bersubsidi dengan kartu tani belum berjalan. Bahkan dirinya tak tahu jika penerapan kartu tani secara resmi telah dimulai pada 1 April 2017 lalu.

 

“Kartu tani memang sudah dibagikan 100 persen ke seluruh petani di Desa Pakahan. Tapi sampai saat ini belum banyak digunakan. Berdasar kesepakatan pada pertemuan terakhir dengan distributor, penggunaan kartu tani itu baru dimulai Mei mendatang,” jelasnya.

 

Widodo menilai jika penerapan kartu tani untuk menekan tindakan penyimpangan pendistribusian pupuk bersubsidi, dinilai kurang tepat sasaran. Menurutnya, kekosongan stok pupuk bersubsidi sebelum diterapkan kartu tani bisa jadi ada permainan dari pengecer. Karena itu pihaknya meminta pemerintah daerah untuk tetap melakukan pengawasan terkait jalannya program kartu tani.

 

Sementara itu, salah satu KLP di Desa Gondang, Kecamatan Kebonarum, Maryanti, 48 mengatakan, pada dasarnya penggunaan sarana dan prasarana kartu tani sudah siap. Hanya saja hingga saat ini belum ada petani yang mencoba langsung kartu tani untuk transaksi karena sudah melewati masa tanam. (ren/edy)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia