Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Sragen

Pengaruh Kuat Ibu Tangkal Paham Radikal

Selasa, 18 Apr 2017 13:13

Pengaruh Kuat Ibu Tangkal Paham Radikal

Atiqoh Ganjar Pranowo mengisi acara Hari Kesatuan Gerak ke 45 di Sragen, kemarin. ()

SRAGEN – Kaum ibu memiliki peran sentral dalam menangkal radikalime. Karena seorang ibu memiliki pengaruh kuat di dalam keluarga, terutama kepada anak-anaknya.

Ketua Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jateng Atiqoh Ganjar Pranowo mengatakan, peran sentral wanita dalam keluarga ini tentu sangat penting. Apalagi dalam memberi petuah dan nasihat bagi anak-anaknya.

Dia lantas bercerita sejarah lahir dan terbentuknya PKK pertama kali bermula pada waktu itu banyak sekali wabah beri-beri yang melanda masyarakat. Ini menunjukkan masih rendahnya pendidikan serta tingkat ekonomi masyarakat.

”Karena itu sesepuh kita pada waktu itu membentuk suatu wadah organisasi yang disebut dengan PKK,” ujarnya  dalam  Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 45 tahun 2017 di Gedung Sasana Manggala Sragen, Senin (17/4).

Dia mengajak kepada seluruh penerus generasi PKK dalam kesempatan tersebut untuk menggunakan sebaik-baiknya peluang saling menimba ilmu. Selain itu juga mengevaluasi hasil yang telah dicapai kader PKK selama ini.

Dia memberi contoh, dalam pokja kesehatan telah membuat program Nginceng Wong Meteng.  Demi mengurangi risiko kematian ibu dan anak, pihaknya berharap setiap ada ibu hamil harus didampingi seorang dokter. Agar program terwujud dengan baik maka perlu dukungan dari segala pihak.

Sementara Ketua Umum TP PKK Sragen Ny Retna Susanti Dedy Endriyatno menyampaikan, tema  HKG PKK 2017  adalah  “Akselerasi Program-Program PKK Untuk Mewujudkan Visi Dan Misi Gerakan PKK”. Percepatan tersebut diperlukan karena program masyarakat maupun pemerintah sekarang ini berkembang sangat pesat.

Pihaknya juga memaparkan peringatan HKG PKK setiap tahun hendaknya dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi. Perlu dilihat apakah program – program yang berjalan telah selaras dengan program yang dijalankan oleh pemerintah.

”PKK harus mampu berinovasi kreatif sesuai dengan masyarakat di daerah. Selain itu diharapkan kegiatan yang bersifat seremonial juga dikurangi untuk lebih banyak Kerja,” jelasnya.

 Sementara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sepakat bahwa sejauh ini peran ibu dan PKK sangat sentral. Tidak hanya radikalisme, namun secara menyeluruh. Bagaimana berkomunikasi secara formal maupun non formal dengan keluarga dan anak-anak. ”Banyak masalah, radikalisme, narkoba, pornografi, itu permasalahan saat ini yang menjadi tantangan bersama, kajian yang harus dituntaskan,” tandasnya. (din/bun)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia