Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Sukoharjo

Tekan Peredaran Narkoba, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam

Selasa, 18 Apr 2017 18:00

Tekan Peredaran Narkoba, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam

Anggota polres memeriksa sejumlah lokasi hiburan malam di Solo Baru, kemarin malam. (POLRES SUKOHARJO FOR RADAR SUKOHARJO)

SUKOHARJO – Polisi intensif menggelar razia menjelang Bulan Suci Ramadan. Selain untuk menjaga suasana kondusif, juga bertujuan mengurangi peredaran narkoba di Kota Makmur.

Kasat Narkoba Polres Sukoharjo AKP AA Gede Oka mengatakan, pihaknya tidak ingin keberadaan narkoba mengganggu kekusyukan ibadah umat muslim. Maka, menjelang Ramadan ini, pihaknya bakal terus menggelar razia.

Sasaran dari razia narkoba ini adalah tempat hiburan. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di wilayah rawan peredaran narkoba. Razia tempat hiburan bakal dilakukan di kawasan Solo Baru, Grogol. Sebab, di lokasi tersebut banyak terdapat tempat hiburan. ”Seperti Sabtu malam kemarin, kami juga sudah melakukan razia gabungan bersama Polda Jateng,” katanya.

Dia mengatakan, sudah menyampaikan bahaya narkoba pada masyarakat lewat berbagai acara penyuluhan. Hal tersebut agar masyarakat tanggap dan berhati-hati terhadap peredaran narkoba. Sosialisasi yang dilakukan juga terkait narkoba baru yakni tembakau gorila dan blue safir.

Saat ini pengedar narkoba memiliki berbagai modus untuk menjajakan barangnya. Sebelumnya, ramai brownies narkoba dan berbagai modus lainnya. Masyarakat diminta waspada terhadap hal tersebut.

Peredaraan narkoba di wilayah Kota Makmur semakin bertambah. Bila dulu ada tiga wilayah yang dinyatakan rawan adanya persebaran narkoba yakni Kartasura, Baki, dan Grogol. Saat ini polisi meningkatkan kewaspadaan juga di wilayah Gatak dan Mojolaban.

 Pihaknya melakukan pengembangan berdasarkan analisis dari data tangkapan sebelumnya dan hasil penyelidikan mereka. Wilayah Gatak dan Mojolaban ditambahkan dalam daftar wilayah peredaran narkoba lantaran pernah ada kasus disana.

”Meski Gatak dan Mojolaban diketahui jarang ada kasus tangkapan narkoba tapi di sana pernah ada. Makannya kita amati juga di sana agar bisa menekan peredaran sejak dini,” papar dia.

Sementara dari analisis yang dia lakukan pengguna narkoba di Sukoharjo rata-rata mendapatkan barang dari Solo, Klaten, Sragen. ”Memutus jaringan ini masuk ke Sukoharjo. Makanya kami lakukan upaya preventif pembinaaan dan penyuluhan kepada masyarakat, pemuda, organisasi masyarakat tentang bahaya narkoba,” jelasnya. (yan/bun)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia