Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Boyolali

Berusaha Kabur, Penjudi Tewas Setelah Terjun ke Sungai

Selasa, 18 Apr 2017 11:25

Berusaha Kabur, Penjudi Tewas Setelah Terjun ke Sungai

Tim SAR gabungan mencari Mino yang hanyut di Sungai Pepe, Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Senin (17/4). (TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI)

BOYOLALI – Ratusan orang di lokasi judi sabung ayam Dusun Banarjo, RT 01, RW 02, Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak seketika kocar-kacir saat polisi melakukan penggerebekan. Diantaranya Mn, 62. Bukannya lolos, pria baya itu malah menemui ajal.

Arena judi sabung ayam tersebut cukup tersembunyi. Jauh dari permukiman, terhalang oleh rimbunnya pohon bambu, dan dekat dengan Sungai Pepe. Sejak dibuka sekitar setahun lalu, belum terendus petugas.

Baru pada Minggu (16/4), sekitar pukul 15.00, lokasi sabung ayam itu diobrak-abrik anggota Polres Boyolali. Ratusan orang kalang-kabut, berusaha melarikan diri. Termasuk meloncat ke Sungai Pepe dengan harapan tak dikejar polisi.

Salah seorang saksi mata, Jayadi, 30, menuturkan, puluhan polisi datang saat orang-orang berkemurun di sekitar arena sabung ayam. Mereka lalu lari terbirit-birit.

“Pada lari ke sungai dan tak tahu lagi,” jelasnya, kemarin (17/4). Apes, Mn, 62, warga Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar terjatuh saat berusaha menghindari polisi. Dia sempat terinjak-injak warga lainnya. Setelah itu, Mn nekat terjun ke Sungai Pepe.

Ditunggu-tunggu, Mn tak kunjung muncul ke permukaan sungai dan segera dilakukan pencarian dengan melibatkan tim Search And Rescue (SAR) gabungan. Dia baru ditemukan kemarin sekitar pukul 14.30 dalam kondisi tak bernyawa.

 “Ditemukan sekitar satu kilometer dari titik penggerebekan,” kata Rescuer Basarnas Arif Sugiyarto.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi menerangkan, pihaknya masih mendata barang bukti yang disita dari lokasi judi sabung ayam.

Menurut Aries, tindakan tegas tersebut sebagai upaya terakhir memberantas penyakit masyarakat. Sebab, kepolisian mengutamakan langkah preventif. “Kalau bahasanya moh limo (tidak mabuk, main, madon, madat, maling,Red). Makanya, sebelum Ramadan, kami gencarkan razia mengurasi gangguan di masyarakat,” tegasnya usai penandatanganan Pakta Intregitas penerimaan Polri 2017 di mapolres setempat. (wid/wa)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia