Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Sragen

Uang Belasan Juta Milik Nasabah Bank Jateng Raib dari Rekening

Selasa, 18 Apr 2017 10:58

Uang Belasan Juta Milik Nasabah Bank Jateng Raib dari Rekening

Ine didampingi suami dan rekan kerja di dinsos Sragen melapor ke Polres Sragen kemarin (17/4). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Susah-susah menabung, uang milik Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Tunasosial Dinas Sosial Sragen Ine Marliah senilai Rp 11,5 juta yang disimpan di Bank Jateng Cabang Sragen raib secara misterius. Hanya tersisa Rp 142 ribu per 14 Maret.

 Ine mengaku tidak melakukan transaksi perbankan yang menguras tabungannya. Atau meminta orang lain menggunakan kartu anjungan tunai mandiri (ATM)-nya untuk mengambil uang tabungan.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Bank Jateng Cabang Sragen. Oleh custumer service (CS) bank setempat, Ine dijanjikan 20 hari setelah pelaporan akan mendapatkan penjelasan detail.

Hari ke-21, Ine mendapatkan keterangan bahwa ada transaksi secara sah di daerah Jatim dan tercatat pada rekening koran. Yakni beberapa kali transaksi pengambilan uang pada 11 Maret di mesin ATM BNI Puskesmas Karangjati  Madiun dan mesin ATM Bersama Bank Jatim Jalan Karangjati Madiun. Berlanjut 13 Maret di mesin ATM Bersama Unit Kauman Ponorogo.

Mendapat keterangan tersebut, Ine spontan kaget sebab pada tanggal 11 Maret dan 13 Maret, dirinya berada di rumah. “Kartu ATM (Bank Jateng, Red) juga saya bawa. Anak saya di Bandung dan satunya di Asrama Gemolong (Sragen),” ujarnya saat melapor ke Polres Sragen didampingi suaminya Ichwan dan beberapa rekan dari dinsos Sragen, Senin (17/4).

Ketika dicek pada rekaman kamera closed circuit television (CCTV) ATM tempat pengambilan uang yang diberikan kepada pihak Bank Jateng Cabang Sragen, pelaku diketahui melakukan transaksi pada tengah malam dan mengenakan masker serta topi.

”Saya kecewa karena jawaban pihak Bank Jateng menyatakan bahwa transaksi tersebut legal. Padahal di CCTV terekam jelas indikasi tindak kriminal,” tandas Ine. Dia juga berencana melapor ke bupati Sragen dan gubernur Jateng.

Ine mengaku dikecewakan karena tidak ada jaminan keamanan terhadap uang tabungannya. Serupa ditegaskan Ichwan. ”Dengan kejadian itu, seharusnya ada jaminan keamanan dari pihak bank,” tegas dia.

Lebih lanjut diungkapkan Ichwan, uang tabungan Ine rencananya digunakan untuk cicilan ongkos naih haji. Meskipun sebagai suami, Ichwan tak mengetahui nomor pin ATM Ine. Begitu juga anak-anaknya.

Kekhawatiran serupa dirasakan rekan Ine, Handoko yang juga memiliki tabungan di Bank Jateng. “Jika ini kasus pertama, bukan tidak mungkin selanjutnya menyusul ke PNS lain. Kalau seperti ini, lebih baik (sistem penggajian PNS,Red) manual seperti dulu dengan dikoordinir bendahara (tidak lewat Bank Jateng, Red),” beber dia.

Wakil Pimpinan Bank Jateng Sragen Retno Tri Wulandari menjelaskan, keterangan yang diberikan kepada Ine sudah sesuai standard operational procedure (SOP). ”Kami sanggup memberikan data informasi yang diperlukan oleh korban. Safety ATM kita cukup terjamin. Jika diperlukan, kami siap dimintai keterangan,” terangnya. Ditambahkan Retno, kejadian yang dialami Ine baru kali pertama terjadi di Bank Jateng.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso mengatakan, laporan Ine segera ditindaklanjuti. ”Semua laporan akan ditindaklanjuti dengan baik dan profesional,” katanya. (din/wa)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia