Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Karanganyar

Empat PNS di Karanganyar Terancam Dipecat

Indisipliner dan Terjerat Kasus Hukum

Senin, 17 Apr 2017 15:01

Empat PNS di Karanganyar Terancam Dipecat

ILUSTRASI ()

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tidak memberi toleransi atas sikap indisipliner pegawainya.  Sekitar empat orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), tahun ini terancam dipecat. Tiga orang PNS terjerat tindak pidana penipuan. Sisanya diduga terlibat tindakan indisipliner.

Seorang dari empat PNS tersebut, saat ini diketahui sudah menjalani hukuman tahanan leh pihak berwajib. Keempat PNS ini bakal diusulkan kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono untuk diberhentikan dari jabatannya, tahun ini.

Saat ini, sudah ada putusan resmi (inkrah) dari Pengadian Negeri (PN) Karanagnyar. Keempat PNS ini dinyatakan melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Baik bagi warga sipil, maupuan aparatur sipil negera (ASN).

”Tahun ini ada 4 PNS yang kami usulkan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karanganyar Wiyono kepada Radar Karanganyar.

Ditanya identitas keempat PNS yang diajukan untuk mendapatkan rekomendasi pemecatan tersebut, Wiyono enggan buka mulut. Namun, menurut sejumlah informasi yang berhasil dihimpun Radar Karanganyar, keempat PNS yang bakal dipecat dari jabatannya tersebut berasal di dua instansi pemerintahan. Sangat dominan dengan infrastruktur dan kesehatan.

”Tiga orang karena terjerat pidana, sedangkan seorang lagi karena indisipliner sebagai PNS. Semua sudah inkrah dan tinggal menunggu rekomendasi pemecatan dari Bupati,” jelas Wiyono.

Wiyono mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sosialiasi dan pembinaan terhadap PNS yang bertugas di jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Ia berharap kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang betugas melalui pejabat lainnya, memberikan pengertian dan pembinaan  terhadap PNS yang bertugas di satuan masing-masing.

”Teman-teman pejabat OPD itu saya harapkan dapat memberikan contoh yang baik. Sebenarnya hampir tiap bulan kami lakukan pembinanan. Mereka yang terlibat ini (kasus hukum, Red) rata-rata golongannya rendah,” beber Wiyono.

Sementara itu, pekan lalu, Juliyatmono berpesan kepada sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diangkat menjadi PNS agar mengembang tuga dengan baik. ”Selamat untuk teman-teman yang sudah dianggkat menjadi PNS dari CPNS. Selamat untuk yang lulus dalam ujian K2 dan diangkat menjadi CPNS. Saya harap ASN tetap menjadi pelayan masyarakat yang baik,” kata Juliyatmono. (rud/fer)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia