Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Sukoharjo

Stok dan Harga Pangan di Pasar Diawasi Ketat

Senin, 17 Apr 2017 19:00

Stok dan Harga Pangan di Pasar Diawasi Ketat

Stok sejumlah bahan pangan di pasar Ir. Soekarno Sukoharjo masih aman. Termasuk harga tak terjadi gejolak. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)

SUKOHARJO – Kini distributor bahan pangan punya kewajiban untuk rutin melaporkan kondisi stok komoditas dan harga jual kepada petugas Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Sukoharjo. Ini sebagai upaya pengawasan pemerintah demi menjaga stabilitas harga dan jaminan ketersediaan barang, terutama jelang Ramadan hingga Lebaran.

 

Kepala Disperindagkop dan UKM Sukoharjo Sutarmo mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan edaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan terkait upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pangan. Salah satunya dengan mewajibkan distributor memberi laporan perkembangan terakhir, baik stok maupun harga ke petugas.

 

Petugas juga akan melakukan pantauan langsung ke sejumlah pusat perdagangan, seperti pasar tradisional maupun modern. Perkembangan data harus dicatat dengan valid dan dilaporkan sebagai bagian dari evaluasi ke depan.

”Distributor besar sekarang diwajibkan membuat laporan. Penekanannya untuk menjaga stabilitas harga dan jaminan ketersediaan stok bahan pangan, khususnya jelang puasa dan Lebaran,” ujar Sutarmo.

 

Diakui Sutarmo, di Sukoharjo belum ditemukan gejolak terkait dengan harga dan stok bahan pangan. Semua kebutuhan masih terpenuhi untuk masyarakat. Bahan pangan, seperti beras, daging sapi, gula pasir, minyak, dan jenis sayuran masih melimpah. Begitu pula untuk harganya masih terpantau aman.

 

Meski demikian, kondisi tersebut tetap harus dilaporkan. Sebab, data yang terkumpul tidak hanya dibutuhkan untuk lokal Sukoharjo. Namun, diperlukan di tingkat provinsi dan nasional. Sutarmo mencontohkan, Sukoharjo yang merupakan lumbung pangan penghasil beras dituntut mampu memberikan kontribusi penyediaan di tingkat provinsi dan nasional. Apabila nanti ditemukan masalah,  seperti stok menipis dan bisa berdampak pada kenaikan harga, maka data segera dilaporkan ke pusat untuk ditindaklanjuti.

 

Bentuknya yakni dengan pengiriman barang ke daerah tersebut. ”Misal di Sukoharjo kekurangan gula pasir, minyak dan lainnya, maka pusat akan memberikan kiriman stok agar tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga,” kata Sutarmo. (yan/ria)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia