Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Klaten

Lagi, KPK Periksa Anggota DPRD Klaten

Terkait Kasus Suap Jabatan Bupati

Sabtu, 11 Mar 2017 13:10

Lagi, KPK Periksa Anggota DPRD Klaten

()

KLATEN - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus suap jabatan Bupati Klaten Sri Hartini. Kemarin (10/3), ada 14 orang dari unsur kepala desa (Kades), PNS di sekretariat dewan dan anggota DPRD Klaten diperiksa lembaga anti rusuah itu ke aula Mapolres Klaten.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Klaten, hingga pukul 12.00 WIB tampak seorang anggota DPRD Klaten keluar dari ruang pemeriksaan dan duduk di kursi persis di depan aula Satya Haprabu. Dia adalah Eko Prasetyo dari PDIP yang sekarang duduk di komisi II sebagai anggota.

Saat Jawa Pos Radar Klaten ingin menggali lebih dalam terkait maksud dan tujuan kedatangannya dalam pemeriksaan kali ini, dia enggan untuk membeberkan isi materi dari pemeriksaannya. Dia enggan memberikan komentar sedikitpun kepada awak media karena mengaku belum diperiksa oleh penyidik KPK.

Sementara itu, salah satu saksi Purwanto, 40, warga Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten mengaku mendapatkan panggilan dari KPK melalui kepala desanya. “Saya kaget, kok dapat panggilan dari KPK. Saya dikasih tahu sama Pak Kades,” ujarnya saat akan memasuki ruangan pemeriksaan, Jumat (10/3).

Tetapi Purwanto mengaku dipanggil KPK terkait pengaspalan jalan di desanya sepanjang 300 meter. Memang pada awalnya dirinya ditawari untuk pengerjaan pengaspalan jalan desa. Total anggaran yang diterima dari rekannya sebagai kontraktor sebesar Rp 100 juta. Uang lantas diterimanya untuk melaksanakan proyek pengaspalan jalan yang dikerjakan pada Desember 2016.

Ketika disinggung dari asal dana tersebut, Purwanto mengaku tidak tahu menahu soal anggaran tersebut. Pasalnya, semua berawal dari obrolannya dengan seorang kontraktor yang akhirnya mendapatkan tawaran pengaspalan jalan. Meski begitu, patut diduga anggaran tersebut berasal dari dana aspirasi yang saat ini masih menjadi fokus materi pemeriksaan oleh tim penyidik KPK.

Semnetara itu, Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan, jika Tim Penyidik KPK terus memeriksa sejumlah saksi, termasuk yang berasal dari unsur DPRD Klaten. Meski begitu, pihaknya menyebutkan bahwa pemanggilan sejumlah saksi ini masih berkaitan dengan tersangka Sri Hartini.

Memang pemanggilan sejumlah saksi di mapolres masih dalam rangkaian penyidikan untuk mencari asal-usul uang yang ditemukan KPK saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas Bupati Klaten pada 30 Desember dan saat penggeledahan lanjutan pada 1 Januari.

“Selain dari suap  pengisian jabatan, bisa jadi uang itu juga dari yang lain,” beber Febri tanpa menjelaskan secara detail terkait sumber lain uang tersebut. (ren/bun)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia