Selasa, 23 Jan 2018
radarsolo
Solo

Meneladani Kiprah Pendiri Kota Solo

Lewat Ziarah dalam Rangkaian HUT ke-272

Jumat, 17 Feb 2017 17:00

Meneladani Kiprah Pendiri Kota Solo

Wali kota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo beserta rombongan melakukan ziarah dimakam pendiri kota dalam rangkaian HUT ke-272 Kota Solo, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Ulang tahun tak harus diperingati dengan gegap gempita dan pesta pora. Pemkot Solo memilih merayakan ulang tahun ke-272 Kota Solo dengan merefleksikan apa yang telah dilakukan para pendirinya.

 

Halaman Balai kota pagi dipenuhi puluhan kendaraan para pejabat. Satu bus milik pemkot dan satu Batik Solo Trans(BST) pun disiapkan untuk mengangkut.

 

Dipimpin langsung oleh Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) melakukan ziarah ke tiga makam pendiri Kota Bengawan. Yaitu Ki Gede Sala Baluwarti, Ki Ageng Henis Laweyan dan Ki Ageng Yosodipuro Boyolali, Kamis (16/2). Kendati tak mengetahui persis sejarahnya, tapi Rudy ingin masyarakat dapat menghargai apa yang dilakukan ketiganya.

 

“Mereka sesepuh penggagas dibentuknya kota ini. Kita memberikan doa terbaik sebagai penghargaan tertinggi untuk ketiga pahlawan Kota Solo. Ki Gede Sala, Ki Ageng Henis dan Ki Ageng Yosodipuro  berjuang tanpa pamrih apapun. Terutama berbuat untuk negara tanpa ingin dikenal orang lain. Itu yang perlu kita tiru,” ucap Rudy, kemarin.

 

Didampingi Kapolresta Kombes Pol Ahmad Luthfi dan Ketua DPRD Teguh Prakosa serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rudy dengan khidmat mengikuti rangkaian doa yang dibacakan juru kunci makam.

 

“Yang kita panjatkan adalah rasa syukur atas anugerah 272 tahun kota ini berdiri. Disamping mendoakan ketiganya agar bahagia di alam lain. Sekaligus meminta restu agar dalam menjalankan program pemerintahan dapat sesuai dengan cita-cita Beliau,” jelas Rudy.

 

Kegiatan ziarah nampaknya hal yang biasa dan rutinitas setiap tahun. Namun sejatinya kedatangannya ke makam pendiri Kota Solo untuk mendapatkan aura yang baik dan pandangan posistif mereka. Nilai spiritual yang ada dalam ritual ziarah dapat menambah ketetapan hati sebagai pemimpin pemerintahan.

 

“Saya ingin anak cucu saya nanti tak melupakan mereka bertiga. Ziarah pun jangan sampai ditinggalkan. Bahkan tak hanya saat hari jadi, tetapi bisa setiap saat,” ungkapnya.

 

Bahkan wali kota ingin agenda ziarah pendiri kota Solo khususnya Ki Gede Sala dapat menjadi agenda wisata khusus. Ia memiliki gagasan ziarah ki Gede Sala diadakan selayaknya peringatan haul habib yang biasa dilakukan di Pasar Kliwon. Wacana tersebut tak bermaksud menandingi acara haul, tetapi menambah khasanah budaya di kota Solo sendiri. (irw/edy)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia