Selasa, 23 Jan 2018
radarsolo
Solo

Bijak Gunakan Panic Button

Jumat, 17 Feb 2017 10:21

Bijak Gunakan Panic Button

Polwan menunjukan aplikasi panic button (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

SOLO – Masyarakat Kota Bengawan ternyata masih belum bijak dalam menggunakan aplikasi Sistem Manajemen Informasi Layanan Elektonik (SMILE POLICE). Pasalnya sejak diresmikan Sabtu (4/2) lalu, sudah puluhan kali notifikasi panic button berbunyi, namun saat pihak yang berwajib datang ke lokasi, tak ada tindak pelanggaran hukum sama sekali.

 

Kasubbag Humas Polresta Surakarta, AKP Yuliantara Prorianta menuturkan dalam sehari bisa satu hingga tiga kali alarm panic button berbunyi. “Tapi ketika anggota datang tak ada kejadian apa-apa. Padahal alarm berbunyi pada malam hari, hal ini yang sejauh ini kerap dikeluhkan anggota kita. Rata-rata masyarakat menekan tombol hanya utuk mencoba apakah aplikasi tersebut berfungsi atau tidak,” papar Yuliantara, kemarin.

 

Parahnya lagi, ada satu akun Smile Police dari masyarakat yang sudah melakukan hal tersebut berulang kali. “Karena untuk masuk ke aplikasi ini dilengkapi dengan e-mail dan biodata lengkap pelapor. Jadi kita bisa tahu orang yang menekan tombol tersebut,” ungkapnya mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ahmad Luthfi.

 

Terkait hal itu, Yuliantara menegaskan selama ini pihak kepolisian masih menegur lewat pesan kepada pengguna aplikasi tersebut. Namun bila tetap tak mengindahkan, maka akun tersebut bisa diblokir oleh pihak Polda Jawa Tengah sewaktu-waktu. “Tak hanya diblokir, mereka juga bisa dijerat dengan pasal 242 KUHP dengan ancaman hukuman dua  tahun penjara,” tegasnya.

 

Menurut Yuliantara, aplikasi ini digadang-gadang bisa mempercepat proses penindakan hukum. Karena dengan menekan tombol sudah terdeteksi lokasi penekan tombol. “Jadi ada aplikasi khusus yang dipegang oleh anggota, jadi bila ada anggota terdekat di lokasi akan segera meluncur. Sedang di mako juga ada command center, dimana dari sana akan dikoordinasikan fungsi mana yang akan berangkat,” urainya. (atn/edy)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia