Selasa, 23 Jan 2018
radarsolo
Solo
272 Tahun Bangun Kota Solo

Selamat Ulang Tahun Kota Solo ke-272!

Membuka Ekonomi Baru

Jumat, 17 Feb 2017 09:10

Selamat Ulang Tahun Kota Solo ke-272!

Logo HUT Kota Solo Ke-272 (ISTIMEWA/Surakarta.go.id)

SOLO - Hari ini, Jumat (17/2), Kota Solo genap 272 tahun. Di usia yang hampir tiga abad tersebut, pastinya sudah banyak perubahan, khususnya di bidang pembangunan. Proyek-proyek raksasa bermunculan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Bambang Setiaji menjelaskan, giatnya pembangunan infrastruktur di Kota Bengawan memberikan efek positif pada gerak roda perekonomian.

“Infrastruktur akan membuka daerah-daerah ekonomi baru. Mobilitas masyarakat semakit lancar,” terangnya, Selasa (14/2).

Jalur distribusi barang dari produsen ke distributor, agen lalu ke pengecer, hingga ke tangan konsumen bisa lebih tepat waktu. Perputaran uang pun semakin besar.

“Bicara efek jangka pendek, berpengaruh langsung kepada penyerapan pekerja (proyek, Red) dan pembelian bahan-bahan bangunan. Terlebih tidak hanya satu atau dua infrastruktur yang dibangun,” bebernya.

Namun, Bambang mengingatkan, gencarnya pembangunan juga membawa dampak pada kesenjangan sosial. Sebab itu, pemkot diharapkan memiliki solusi mempersempit perbedaan sosial ekonomi di masyarakat. Misalnya, memberikan kemudahan permodalan untuk usaha mikro kecil menengah.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim menuturkan, secara ekonomi, dampak pembangunan infrastruktur dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Akan tumbuh usaha-usaha di sepanjang infrastrutur yang baru. Baik usaha kecil maupun besar, pasti akan tumbuh.

Sementara itu, sejak 2016, Kota Bengawan mulai menggarap infrastruktur seperti akses jalan, jembatan dan pembangunan kawasan. Dimulai dengan pembangunan Terminal Tirtonadi, dilanjutkan sky bridge yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan.

“Dengan sky bridge memudahkan masyarakat berganti moda transportasi dari kereta ke bus atau sebaliknya. Tidak perlu keluar atau mencari kendaraan umum, mereka hanya cukup berjalan di tempat yang nyaman,” ujar Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo

Manfaat dari integrasi transportasi itu adalah mendorong masyarakat tidak melulu menggunakan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. “Setelah menghubungkan stasiun dengan terminal, tinggal kita menghubungkan stasiun dengan bandara. Jika itu memungkinkan, maka transportasi umum di sini pasti lebih baik,” katanya.

Pemkot berusaha memperbaiki sistem transportasi yang semakin padat. Beberapa proyek yang menjadi pengurai kemacetan juga disiapkan, salah satunya Jembatan Tirtonadi. Jembatan di utara Terminal Tirtonadi itu nantinya menjadikan pengurai kendaraan yang akan menuju atau dari arah Solo bagian utara. “Jembatan yang lama tetap ada, ditambah satu jembatan baru yang lebarnya hampir sama,” jelas Rudy.

Komitmen memperbaiki infrastruktur juga dilakukan dengan pembuatan kawasan Jalan Adisumarmo. Ruas jalan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karanganyar itu dipastikan menjadi padat setelah jalan tol Solo-Kertosono diaktifkan. Sebab, jalan tersebut menjadi satu-satunya akses pintu masuk tol dari Kota Solo.

Di Solo bagian tengah, pemkot memiliki proyek flyover Manahan dan Purwosari. Tahun ini, flyover Manahan dikerjakan terlebih dahulu menggunakan dana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) serta dana pendamping APBD Kota Solo.

“Nanti kalau sudah jadi tidak ada macet lagi karena yang pertama bebas dari kereta, kedua persimpangannya berkurang,” ucap Rudy.

Wali kota sepakat, lancarnya transportasi menjadi salah satu faktor mempermudah mobilitas masyarakat. “Kalau pedagang akan mengirimkan dagangannya lancar. Anak-anak berangkat sekolah tidak khawatir telat karena macet. Pegawai juga tidak kesusu karena jalan relatif lancar dengan prediksi yang tidak meleset. Mereka tidak stres di jalan sehingga menjadi produktif,” bebernya. (gis/irw/wa)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia