Selasa, 23 Jan 2018
radarsolo
Boyolali

Akhirnya, Manusia Kayu asal Boyolali Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 17 Feb 2017 11:00

Akhirnya, Manusia Kayu asal Boyolali Dirawat di Rumah Sakit

Warjiman di RSUD Simo, kemarin. (TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI)

BOYOLALI – Masih ingat Warjiman, 53, penderita penyakit “manusia kayu” asal Dusun Jering, RT 12, RW 02, Desa Wates, Kecamatan Simo? Setelah 20 tahun tergolek kaku di atas ranjang reyot, kini Warjiman mendapatkan perawatan medis yang memadahi.

 

Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali membawa Warjiman ke RSUD Simo untuk mendapatkan perawatan medis. Meskipun tingkat kesembuhan kecil, namun Warjiman tetap berharap bisa beraktivitas normal kembali.

 

”Senang sekali bisa berobat di rumah sakit. Saya ingin sembuh dan kerja lagi untuk membantu ibu,” katanya sambil menitikkan air mata saat ditemui Radar Boyolali, kemarin (16/2).

Saryif, 32, tetangga Warjiman, mengaku bersyukur ada pihak yang peduli. Sudi membawa Warjiman berobat ke rumah sakit. Dia berharap sakit yang diderita Warjiman bisa sembuh.”Minimal dia bisa duduk, jadi tidak terus-menerus tergolek kaku di tempat tidur,” bebernya.

Diakui Saryif, sebenarnya Warjiman masuk dalam daftar Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Namun, karena tak ada kerabat dan anggota keluarga yang bisa mengurus, Warjiman pun hanya dibiarkan tergolek kaku.

Sebagai pengingat, penyakit Warjiman dirasakan sejak berusia 25 tahun atau 1998 silam. Waktu itu dia masih menjadi kuli bangunan. Saat mengangkat beban berat, mendadak punggungnya terasa terkilir. Keterbatasan biaya membuat Warjiman hanya menjalani terapi pijat.

Direktur RSUD Simo, dr. F.X. Kristandiyoko mengaku pihaknya masih melakukan observasi menyeluruh terhadap Warjiman. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui kondisi tulang belakang pasien sudah menyatu, sehingga tak bisa digerakkan. “Secara psikis, kondisinya bagus. Bahkan, saya lihat dia bisa makan sendiri,” ungkapnya.

Kepala Dinsos Boyolali, Purwanto mengaku, pihaknya bakal menanggung seluruh biaya pengobatan Warjiman. ”Belum tahu apa pakai BPJS atau bagaimana nanti. Yang penting dirawat dulu, kalau bisa ya sembuh dulu,” tandas Purwanto. (wid/fer)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia