Selasa, 23 Jan 2018
radarsolo
Sukoharjo

BENCANA SUKOHARJO: Longsor Ancam Dua Rumah

Kamis, 16 Feb 2017 13:00

BENCANA SUKOHARJO: Longsor Ancam Dua Rumah

Longsor mengancam dua rumah terjadi di Desa Tanjungrejo RT 01 RW 04 Kecamatan Nguter, Sukoharjo. ( BPBD FOR RADAR SUKOHARJO)

SUKOHARJO – Longsor kembali mengancam dua rumah di Desa Tanjungrejo RT 01 RW 04 Kecamatan Nguter, Sukoharjo Selasa (14/2) pukul 16.30 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun BPBD terus melakukan pengawasan di wilayah tersebut.

 

Kepala BPBD Sukoharjo Suprapto mengatakan, ada dua rumah yang terancam lantaran lokasinya yang mendekati longsoran. Dua rumah tersebut milik Mitro Wiyono, warga Dukuh Cengkir Legi RT1 RW 4 dan Mista warga Cengkir Legi RT 1 RW 4, Desa Tanjungrejo, Nguter. ”Dua rumah dalam status waspada. Karena letak bangunan rumah di tempat terjal rawan longsor,” terang Suprapto, kemarin.

 

Suprapto mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan perbaikan sementara pada lokasi longsor yang mengancam rumah tersebut. Selain itu, pihaknya juga memberikan pengertian pada pemilik rumah agar selalu waspada bila terjadi hujan deras.

 

Di sisi lain, masyarakat Sukoharjo diminta siaga bencana sampai akhir Februari ini. Karena potensi banjir, angin ribut, tanah longsor, bisa kembali terjadi. Hal itu berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

 

Dia mengatakan, sebelumnya hujan deras dan angin kencang diprediksi terjadi pada bulan Januari dan Februari. Namun, kenyataannya pada bulan Januari kemarin intensitas hujan turun tak sering. Sedang hujan turun lebat dan angin kencang terjadi kisaran bulan Februari. Lantaran keterlambatan tersebut, diprediksi cuaca ekstrem akan terjadi sampai Maret.

 

Pihaknya juga sudah memerintahkan pada seluruh petugas BPBD agar selalu waspada. Bahkan, sebagai antisipasi pihaknya juga terus melakukan sosialisasi ditingkat desa, kelurahan, dan kecamatan. ”Warga diharapkan bisa terus melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam,” harapnya.

 

Selain itu, masyarakat yang wilayahnya terdampak bencana diminta untuk secepatnya melaporkan pada BPBD Sukoharjo. Hal itu agar petugas bisa cepat melakukan pertolongan. Apalagi, untuk wilayah dengan dampak yang parah. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga lingkungan.

 

Mereka diharapkan bisa melakukan penghijauan alam dan membersihkan kali dari sampah. Karena sampah selama ini juga menjadi pemicu banjir di Sukoharjo. Suprapto menuturkan, pihaknya sudah berusaha memberikan contoh pada masyarakat dengan kegiatan membersihkan Kali Langsur beberapa waktu yang lalu. (yan/edy)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia