Selasa, 23 Jan 2018
radarsolo
Wonogiri

Perajin Patung Loro Blonyo Sambat Sepi Order

Rabu, 15 Feb 2017 15:00

Perajin Patung Loro Blonyo Sambat Sepi Order

Perajin patung loro blonyo di Purwantoro ini tetap berproduksi, meski pesanan kini sedang sepi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Perajin loro blonyo di Desa Kenteng, Kecamatan Purwantoro, mengeluhkan sepinya order dalam setahun terakhir. Sementara pemkab sendiri berusaha memfasilitasi kerja sama UMKM dengan retail modern untuk memasarkan produk mereka. 

Wakiman, perajin loro blonyo asal Desa Kenteng, Kecamatan Purwantoro mengaku bahwa sejak awal 2016 hingga awal 2017 ini omzet penjualan loro blonyo sepi. Padahal, tahun-tahun sebelumnya banjir pesanan dari Jogjakarta, Surabaya dan Bali.

“Mulai 2016 turun sekitar 20 persen. Kerugian sekitar Rp 5 juta. Ini saja di rumah masih ada stok barang sekitar 100 buah lebih belum laku,” kata Wakiman, Selasa kemarin (14/2).

Menurut Wakiman, tahun-tahun sebelumnya, setidaknya setiap dua pekan sekali mengirim 200 buah patung loro blonyo ke Bali. Tapi, saat ini baru 30-40 hari baru mendapatkan order pengiriman itupun hanya ke Bali.

“Ini semua tempat sepi, tidak ada order. Para perajin lain juga mengalami,” keluhnya.

Selain order yang menurun, Wakimam juga mengaku bahwa bahan baku kayu mahoni juga sulit. Telah dua pekan ini pesanan bahan baku kayu belum juga dikirim.

“Kalau prediksi saya, ini karena musim. Hujan hampir terjadi sepanjang tahun. Wisatawan turun, order juga turun,” paparnya. 

Terpisah Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Wonogiri Guruh Santosa menyebut bahwa pihaknya telah berupaya membuka pasar bagi UMKM di Wonogiri baik untuk produk makanan maupun kerajinan. Pemkab telah memfasilitasi kerja sama antara pengusaha retail modern dan UMKM.

“UMKM dan retail telah kami fasilitasi. Pihak retail modern siap menerima produk UMKM. Retail telah memberikan space di gerainya,” kata Guruh beberapa waktu lalu. 

Meski begitu, diakui Guruh baru satu retail modern di Wonogiri yang telah bekerja sama dengan UMKM. Sementara, retail modern yang lain menunggu UMKM untuk menitipkan produknya di gerai retail.

“Syaratnya sudah mudah sekarang. Pelaku UMKM tinggal memasukkan produknya. Dalam jangka waktu yang disepakati bisa mengambil uang hasil penjualan dan memasukkan produknya lagi,” katanya. 

Kemudian, bagi UMKM makanan, pihaknya juga memfasilitasi pembuatan PIRT sebagai salah satu syarat masuk ke retail modern. (kwl/bun)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia