Rabu, 25 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Pemkot Tak Tangani Relokasi Makam

1.300 Makam Tergusur Tol

Senin, 16 Apr 2018 19:33 | editor : Ida Nor Layla

MASJID DI TENGAH TOL : Masjid Al-Mustaghfirin masih megah berdiri di tengah jalan tol Semarang-Batang, tepatnya di Beringin Ngaliyan Semarang.

MASJID DI TENGAH TOL : Masjid Al-Mustaghfirin masih megah berdiri di tengah jalan tol Semarang-Batang, tepatnya di Beringin Ngaliyan Semarang. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Rencana relokasi 1.300 makam di Plampisan Jalan Honggowongso, Ngaliyan, Semarang, yang tergusur  proyek tol Semarang-Batang, bukan menjadi tanggungjawab Pemkot Semarang.  Sebab, makam tersebut murni dikelola warga.

"Kami tidak menangani relokasi makam yang terdampak jalan tol di daerah Ngaliyan tersebut. Sebab, makam itu dikelola warga," kata Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Suriyati, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (13/4/2018). 

Karena itu, Pemkot Semarang tidak turut melakukan relokasi makam tersebut. "Kalau saat ini yang kami tangani adalah pembangunan Makam Jabungan. Saat ini, masih proses pembebasan lahan, karena masih ada yang kurang," ujarnya. 

Diakui, sekarang ini banyak warga mengelola makam sendiri. Dia berharap pengelolaan makam bisa ditangani oleh Pemkot Semarang. "Sehingga bisa seragam. Karena kalau dikelola warga, ada makam yang macam-macam bentuknya. Sebagian sudah menaati aturan," katanya. 

Termasuk apabila ada permasalahan terkait permakaman bisa ditangani oleh Pemkot Semarang. "Ke depannya kami ingin pengelolaan makam lebih rapi. Untuk saat ini beberapa UPTD makam sudah mulai melakukan penataan, biar kesan makam itu tidak seram," ujarnya. 

Saat ini, pihaknya juga menangani rehab sejumlah makam, baik TPU maupun rehab makam atas pengajuan proposal warga. "Mulai Mei ini sudah berjalan rehab makam warga. Misalnya, makam tenggelam di daerah Tenggang, sudah kami programkan," katanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pengerjaan proyek tol Semarang-Batang, dipercepat. Hal itu untuk mengejar target agar bisa beroperasi pada arus mudik dan lebaran lebaran mendatang. Namun saat ini masih ada sejumlah kendala. Di antaranya, relokasi 1.300 makam di Plampisan Jalan Honggowongso, Ngaliyan, Semarang yang hingga saat ini belum dilaksanakan.

Untuk bisa merelokasi makam dengan jumlah tersebut, kontraktor membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Saat ini, rencana relokasi makam tersebut masih menunggu proses penyiapan lahan.

"Sudah tidak ada warga yang keberatan. Lahan pengganti juga sudah ada, tetapi masih menunggu waktu penyiapan saja. Ada 1.300 titik makam," kata Kepala Seksi Administrasi Kontrak PT Waskita Karya, Ronald Aldriano. 

Relokasi tersebut belum bisa dilakukan karena masih menunggu proses pengurukan. Mengingat lokasi lahan pengganti berada di dataran rendah. Setelah proses pengurukan selesai, relokasi makam segera dilaksanakan.  

Pemindahan makam tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati, yakni memindahkan makam satu per satu. Pihaknya mengaku telah menghitung waktu yang dibutuhkan. “Dalam sehari, kami bisa memindahkan 70 makam. Sehingga dengan jumlah 1.300 jasad diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan,” ujarnya.

Selain relokasi makam, pengerjaan Seksi V (Kota Semarang) juga menunggu penyelesaian penggantian benda wakaf berupa Masjid Al-Mustaghfirin di daerah Bringin, Ngaliyan, dan satu lahan milik warga bernama Sri Urip yang masih proses hukum.

Sedangkan pengerjaan Seksi IV (Kendal), terdapat 131 bidang lahan belum terbebaskan. Masing-masing berada di Desa Nolokerto, Sumberrejo, Magelung, Menjalin, Kertomulyo, dan Sumbersari.

(sm/amu/dit/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia