Senin, 23 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Romy : Jokowi akan Terpilih Kembali

Jumat, 13 Apr 2018 20:40 | editor : M Rizal Kurniawan

PERSIAPKAN PEMILU : Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuzy berbincang dengan KH Maimoen Zubair dalam Munas Alim Ulama, Jumat (13/4).

PERSIAPKAN PEMILU : Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuzy berbincang dengan KH Maimoen Zubair dalam Munas Alim Ulama, Jumat (13/4). (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuzy memprediksi Presiden Joko Widodo akan terpilih lagi dalam Pilpres 2019. Hal tersebut didasarkan sejumlah hasil survey yang menempatkan Jokowi sebagai bakal calon dengan popularitas dan elektabilitas tertinggi.

“Hasil survey Pak Jokowi sudah lebih dari 60 persen. Bahkan ada (survey) yang menunjukkan angka 67 persen. Kalau dari hitungan manusia, Pak Jokowi akan memimpin lagi,” kata M Romahurmuzy sebelum membuka Munas Alim Ulama PPP di Patra Semarang Convention Hotel, Jumat (13/4)

Dalam Munas tersebut, dorongan untuk Romy menjadi cawapres bagi Jokowi sangat kuat.  Teriakan “Romy Wapres” dari para ulama yang hadir menjadi peserta Munas berkali-kali menggema.

Menanggapi santernya suara kader PPP yang menghendaki dirinya maju sebagai cawapres mendampingi Jokowi, Romy menyampaikan, dirinya saat ini bersama dengan partai-partai yang sudah menyatakan dukungan untuk mengusung Jokowi, sedang melakukan assesment tentang syarat-syarat calon wakil yang akan diajukan.

Namun demikian, kata Romy, semua diserahkan kepada para ulama yang akan melakukan munas. Menurut Romy, PPP ingin melakukan kontribusi positif dalam melaksanakan pembangunan bangsa guna memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini sebagai upaya untuk bisa mendapat segenggam kekuasaan, karena dengan kekuasaan itu PPP bisa ikut berjuang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan Romy, partainya tak ingin gegabah dengan terburu-buru mengajukan cawapres. “Yang sudah mengusung Pak Jokowi ada lima parpol. Kami tidak mau nggege mongso. Kalau mendorong-dorong cawapresnya harus ini, bisa saja Pak Jokowi bilang, ya sudah, cari capres lain saja,” ujarnya.

Romy menambahkan, PPP sebagai partai politik yang konsisten menjadikan Islam sebagai ideologi, mendambakan kepemimpinan nasional yang islami dengan menempatkan tokoh yang memiliki kapabilitas keislaman yang kuat. Sehingga benar-benar bisa memimpin bangsa yang mayoritas beragama Islam.

“Kita akan bangga kalau punya presiden yang hafal Alquran, yang rajin salat, yang berasal dari ulama, atau minimal yang dekat dengan ulama. Lebih bangga lagi kalau sejarah terulang kembali dengan menempatkan kadar PPP sebagai wakil presiden,” katanya.

Munas Alim Ulama yang digelar sampai hari ini, dihadiri oleh ulama dari 34 provinsi, Majelis Syariah dari DPW se Indonesia dan Majelis Syariah DPC se Jateng serta dihadiri oleh Calon Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.

Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi menyatakan Munas Alim Ulama akan membahas hal strategis yakni kriteria dan figur cawapres pendamping Joko Widodo. "Pada kegiatan ini akan dibahas isu-isu kebangsaan termasuk tentang kepemimpinan nasional. Diantaranya terkait dengan konfigurasi Pilpres 2019, PPP sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi. Maka, nanti akan dibahas terkait cawapes Jokowi," katanya.

(sm/ric/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia