Rabu, 25 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Pola Pikir Masyarakat Harus Diubah

Selasa, 10 Apr 2018 15:13 | editor : Baskoro Septiadi

INDONESIA EMAS : Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani (kanan) saat memberikan kuliah umum bertajuk "Digital Disruption: Peluang dan Tantangan Membangun Pondasi Ekonomi Indonesia 2045" di Gedung Prof Soedharto, Undip, Senin (9/4/2018).

INDONESIA EMAS : Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani (kanan) saat memberikan kuliah umum bertajuk "Digital Disruption: Peluang dan Tantangan Membangun Pondasi Ekonomi Indonesia 2045" di Gedung Prof Soedharto, Undip, Senin (9/4/2018). (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan, untuk menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus antisipasi kemajuan teknologi serta bertambahnya jumlah penduduk, negeri ini harus berubah.

Hal itu disampaikan saat dirinya memberikan kuliah umum bertajuk "Digital Disruption: Peluang dan Tantangan Membangun Pondasi Ekonomi Indonesia 2045" di Gedung Prof Soedharto, Undip, Senin (9/4/2018).

Menurutnya, salah satu yang perlu disiapkan untuk Indonesia Emas 2045 adalah persiapan mental. Menurutnya, masyarakat kelas menengah sebisa mungkin jangan hanya pasrah dan berharap mendapat sesuatu secara gratis.

“Kelompok menengah harus confident. Saya senang jadi bagian dari negara Indonesia, saya akan minta bentuk service, bukan subsidi, misal sekolah bagus, bener, mengurus KTP cepat, mengurus SIM cepat, universitas dapat bagus,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip.

Perubahan ini, dijelaskan oleh Sri Mulyani juga perlu masukan mindset yang bagus. Sebab terjangan perkembangan teknologi, bahkan, peran manusia bisa saja nantinya digantikan oleh robot.

Sri berharap, masyarakat segala lini tidak terjebak hanya memikirkan hal-hal sepele, tapi turut berkontribusi. Salah satu contohnya, saat ini Presiden dan Wakil Presiden terus bergerak mengenai isu tentang anak kurang gizi di Indonesia.“Kita pikirkan anak-anak kita 25 persen kurang gizi, maka habis-habisan Presiden dan Wakil Presiden menjadikan kurang gizi sebagai fokus,” paparnya.

Ada 4 hal yang harus disiapkan menuju 2045. Pertama, kualitas manusianya, kedua infrastruktur, selanjutnya kualitas kelembagaan agar profesional dan tidak korup, dan terakhir adalah kebijakan pemerintah. “Kalau Presiden Jokowi fokus bangun manusia dan infrastruktur, itu bukan hobi,” tandasnya.

Untuk membangun kualitas masyarakat Indonesia, negara sudah banyak memberikan kontribusi menggunakan APBN, yaitu dengan membantu warga miskin agar memperoleh pendidikan dan sebagainya. 

(sm/tsa/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia