Selasa, 24 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Gara-gara Pinjam Motor, Tewas Dibantai Bapak-Anak

Kamis, 05 Apr 2018 16:54 | editor : M Rizal Kurniawan

grafis kronologi pembunuhan

grafis kronologi pembunuhan (iwan/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.ID - Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Watusetugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Selasa (3/4) petang. Pelakunya bapak-anak, Trimo dan Wiwid. Keduanya menganiaya korban Nanda Suswanto, 32, warga Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, hingga tewas seketika. Diduga pembunuhan tersebut lantaran pelaku emosi setelah sepeda motor miliknya dibawa korban selama dua hari tanpa ada kejelasan.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Sukmana, menjelaskan, penganiayaan hingga menewaskan korban terjadi Selasa sekitar pukul 17.00 di Dusun Watusetugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh. Saat itu, korban sedang mengecat mobil bersama saksi Sholahudin, yang juga pemilik bengkel cat tersebut. Tiba-tiba datang kedua pelaku yang langsung menganiaya korban.

Pelaku Wiwid sempat memukul kepala korban dengan shock breaker hingga lebih dari empat kali.  Sedangkan, ayahnya, Trimo,  menusuk dada dan bahu korban dengan  sebilah pisau. Setelah puas menganiaya korban, kedua pelaku langsung kabur dengan sepeda motor sendiri-sendiri.

“Tindak ada omongan apa-apa, korban langsung dipukul dan ditusuk. Dia nggak sempat melawan,” kata Yusi Sukmana, Rabu (4/4).

Begitu kedua pelaku pergi, korban sempat berjalan sekitar enam meter dengan langkah sempoyongan. Namun keburu jatuh tersungkur dan tewas bersimbah darah.

“Saya tidak tahu alasannya kenapa Nanda dipukul. Nanda dipukul satu kali di kepala belakang dan tiga kali di bagian depan pakai shock breaker. Terus ditusuk bagian dada kanan dengan pisau,” tambah saksi Sholahudin

Tak pelak, pembunuhan menjelang malam itu pun menggegerkan warga setempat. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Suruh, diteruskan ke Polres Semarang. Tak berselang lama, sejumlah anggota polisi dan Tim Inafis tiba di lokasi kejadian.

Dari hasil penyelidikan polisi, penganiayaan yang menyebabkan korban tewas diduga lantaran korban membawa sepeda motor Honda CB milik Wiwid yang saat itu sedang makan mi ayam di sebuah warung.  Namun hingga dua hari, motor tersebut tidak kunjung dikembalikan. Hal itu membuat pelaku naik pitam. Apalagi akibat motor dipinjam korban, Wiwid tidak bisa berangkat kerja.

Karena itu, Wwiwid lantas mengajak ayahnya mencari korban. Begitu bertemu di bengkel cat milik Sholahudin, korban langsung dianiaya hingga meregang nyawa.

Kabag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi menambahkan, korban tewas akibat mengalami luka pada bagian kepala, dada sebelah kanan, dan pinggang bagian kiri. “Korban tewas akibat banyak mengeluarkan darah,” katanya.

Pantauan di rumah duka Desa Dadapayam, dipenuhi pelayat. Ibu korban menangis histeris, melihat anaknya sudah terbujur kaku. Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Semarang guna diotopsi. Hingga kemarin, kedua pelaku masih dalam pengejaran. Polisi telah membentuk tim untuk memburu bapak dan anak tersebut, serta melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif pasti pembunuhan sadis ini.

(sm/ewb/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia