Minggu, 22 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Ini Bukti Keseriusan Pemkot Semarang Tata Kota Lama

Manfaatkan Gedung PPI Jadi Galeri IKM

Jumat, 16 Mar 2018 21:14 | editor : M Rizal Kurniawan

MoU : Plh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, didampingi Plt Sekda Agus Riyanto dan Kabag Hukum Abdul Haris, saat melakukan MoU dengan PT PPI, Kamis (15/3).

MoU : Plh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, didampingi Plt Sekda Agus Riyanto dan Kabag Hukum Abdul Haris, saat melakukan MoU dengan PT PPI, Kamis (15/3). (istimewa)

RADARSEMARANG.ID - Revitalisasi Kota Lama terus berjalan. Sejumlah gedung telah direnovasi dan mulai dimanfaatkan. Kali ini empat blok bangunan milik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) akan diubah menjadi rumah promosi Industri Kecil Menengah (IKM).

      "Ini semua bentuk sinergi berbagai stakeholder, yang punya gedung PT  PPI, yang mengelola bangunan Pemerintah Kota Semarang dan supervisi oleh Kementerian Perindustrian RI serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sedangkan nantinya yang membantu untuk revitalisasi bangunan ini dari BNI," kata Plh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu usai penandatanganan MoU antara Pemkot Semarang dengan PT PPI dan BNI, Kamis (15/3).

      Ita sapaan akrab Hevearita mengatakan, bangunan milik PT  PPI seluas 2.000 meter persegi ini rencananya akan berisi galeri industri kreatif. Di dalamnya ada 7 industri, seperti industri fashion, kuliner, kerajinan tangan, furnitur, pakaian jadi, dan industri periklanan.

      "Nanyinya industri kreatif Jawa Tengah akan diseleksi dan dijadikan satu di empat blok bangunan PPI ini. Sehingga akan memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mencari oleh-oleh, belanja dan melihat produksi langsung industri-industri Jawa Tengah," imbuhnya.

       Menurut Ita, empat blok bangunan yang akan menjadi Galeri Industri Kreatif merupakan aset bukan milik pemerintah kota, sehingga tidak dapat dibiayai oleh Pemkot Semarang. Revitalisasi akan dibantu oleh Bank Negara Indonesia (BNI) senilai Rp 1 miliar, termasuk sistem manajemen dan pengelolaan keuangan juga akan dibantu BNI.

“Pak Wali (Hendrar Prihadi) selalu mendengung-dengungkan bahwa Semarang masuk dalam Smart City sehingga transaksi diupayakan secara cashless," imbuh Ita yang juga merupakan Ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang.

Sementara itu, Direktur Teknik Umum Dan Pengembangan PT PPI Bagja Ardi Mustawan mengatakan jika kerjasama yang dilakukan merupakan bentuk pemanfaatan sekaligus optimalisasi aset yang dimiliki oleh PT PPI. "Kebetulan aset ini utilisasnya masih nol sehingga kami jalin kerjasama pengembangan kawasan kota lama dengan membuat Rumah Promosi IKM," kata Bagja. Bangunan seluas hampir 2000 meter persegi tersebut nantinya akan dipinjam pakai selama lima tahun untuk Galeri Industri Kreatif.

(sm/ric/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia