Rabu, 25 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Kedu

Difabel Tetap Berhak Nyoblos

Jumat, 16 Mar 2018 17:50 | editor : Pratono

SIMULASI PEMILU : Salah satu penyandang disabiltas intelektual saat simulasi pencoblosan di aula BBRSBG Kartini Temanggung, Kamis (15/3/2018).

SIMULASI PEMILU : Salah satu penyandang disabiltas intelektual saat simulasi pencoblosan di aula BBRSBG Kartini Temanggung, Kamis (15/3/2018). (Ahsan Fauzi/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID- Penyandang disabilitas berhak turut serta dalam pesta demokrasi Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Temanggung Pilkada serentak 27 Juni mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung menggelar sosialisasi kepada penyandang disabiltas intelektual di Balai Besar Rehabilitssi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung, Kamis (15/3/2018).

Komisioner KPU Temanggung Divisi Teknis Arimurti Hendro Wardani menuturkan, sosialisasi kepada penyandang disabilitas intelektual dibutuhkan ketelatenan, kesabaran, sebab daya tangkap mereka tidak sama dengan masyarakat lain. “Antara siswa satu dengan lainnya juga tak sama, perlu strategi dan pendekatan khusus. Tadi kita ajari bagaimana mencoblos, melipat kartu suara dengan benar dan memasukkan ke dalam kotak suara,” ucap Ari usai sosialisasi.

Ari membeberkan, penyandang disabilitas intelektual di BBRSBG Kartini Temanggung secara keseluruhan berjumlah 258 orang yang dari berbagai kota di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 119 orang memiliki hak pilih dalam Pilgub Jateng.

“Khusus warga Temanggung sendiri ada 32 anak, mereka selain memilih Gubenur-Wakil Gubernur juga memilih Bupati-Wakil Bupati,” ucapnya.

Muhammad Husni Arifin,21, salah satu penyandang disabilitas intelektual mengaku senang atas sosialisasi yang dilakukan pihak KPU Temanggung. “Iya, saya jadi mengerti kapan pelaksanaan Pilkada, mengerti calon-calonnya dan mengerti tata cara mencoblos. Saya siap menggunakan hak pilih pada 27 Juni mendatang,” ucap pemuda asal Kelurahan Butuh Kecamatan Temanggung yang pernah mencoblos pada Pilkada 2013 lalu.

Kepala BBRSBG Kartini Temanggung Murhardjani menjelaskan, kaum difabel berhak memperoleh pendidikan, rehabilitasi, keagamaan, sosial budaya, kepariwisataan dan hal politik. Hak politik itu antara lain memiliki hak untuk memilih. “Kami komitmen dan menekankan kepada peserta didik untuk tidak golput dalam Pilkada 27 Juni mendatang,” jelasnya.

(sm/san/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia