Senin, 23 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Dua Kapal Pesiar Bersandar 12 Jam

Angkut 345 dan 382 Wisatawan Asing

Senin, 12 Mar 2018 13:04 | editor : Ida Nor Layla

Para wisatawan asing saat turun dari dua kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (9/3/2018).

MAMPIR SAJA: Para wisatawan asing saat turun dari dua kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (9/3/2018). (M NUR WAHIDI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Dua kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (9/3/2018). Kedua kapal tersebut berbendera Bahamas, yakni MV Europe dan MV Silver Whisper. Kedatangan kedua kapal itu hanya selisih 2 jam, yakni pukul 06.00 dan pukul 08.00, yang berlayar dari Tanjung Benoa, Bali dan Tanjung Perak, Surabaya. Sayangnya, dua kapal pesiar yang mengangkut ribuan penumpang dan awak kapal itu hanya mampir saja. Sebab, pukul 20.00 tadi malam, sudah kembali melanjutkan perjalanan.

Kapal MV Europe dengan panjang (LOA) 98,60 meter mengangkut  345 penumpang dan 280 kru sandar di Dermaga Semudera dibantu kapal tunda milik PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang. Dua jam kemudian, bersandar kapal pesiar MV Silver Whisper yang berangkat dari Tanjung Perak Surabaya. Kapal dengan panjang  190 meter ini membawa 382 penumpang dan 295 kru kapal.

Kedatangan para wisatawan mancanegara itu tersebut tarian Reog Ponorogo dan live music performance. Setelah itu, para wisatawan melanjutkan perjalanan ke sejumlah objek wisata di Jawa Tengah, di antaranya Candi Borobudur, Kelenteng Sam Poo Kong dan kawasan Kota Lama.

“Candi Borobudur masih memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan asing.  Sedangkan di Kota Semarang, para wisatawan tertarik mengunjungi Kelenteng Sam Poo Kong, Kawasan Kota Lama, dan Simpang Lima,” ujar General Manager PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Emas, Ardhy Wahyu Basuki kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ardhy menambahkan, selama Maret ini, Pelabuhan Tanjung Emas rencananya akan disinggahi lima  kapal pesiar lagi. “Setelah Silver Whisper dan MV Europe, akan ada 5 kapal pesiar lagi, yakni pada tanggal 11, 18, 19, 24, dan 25 Maret 2018,” bebernya.

Kabid Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Dr Capt. Djemmy R Sumahud, mengatakan, pengamanan wisatawan mancanegara tersebut  menjadi tanggung jawab jajarannya, karena lokasinya di area Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. “Kapal asing ini adalah kapal wisata yang standarnya dari luar negeri, sehingga undang-undang teritorial berbeda,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah Indonesia mempunyai wibawa, sehingga harus bisa menghormati kapal tersebut karena bagian dari sebuah negara. Untuk itu, keselamatan dan keamanan 100 persen dilakukan oleh bangsa ini. “Jangan mengurangi kewibawaan bangsa Indonesia. Artinya, bisa bergandengan tangan, sehingga tidak berlaku ego sektoral,” ungkapnya.

Untuk itu, perlu kolabolarasi dengan membuat team works dari berbagai departemen. Misalnya, dari kepolisian, Pelindo, serta instansi lain serta menggandeng instansi swasta lainnya. “Untuk menyambut wisata asing tersebut, tentunya KSOP yang menjadi leader-nya,” katanya.    

Salah seorang wisatawan asing, Stuart, mengaku, sangat terhibur dengan pertunjukan Tari Reog Ponorogo ini. “Anak itu luar biasa. Dia sangat atraktif dan pandai menari,” pujinya saat menyaksikan anak kecil menari Reog Ponorogo.

Kedua kapal tersebut meninggalkan Semarang pada pukul 20.00 tadi malam, di mana MV Europe menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, sedangkan MV Silver Whisper menuju ke Muara Brunei Darussalam. Praktis, dua kapal pesiar itu hanya bersandar sekitar 12 jam.

(sm/hid/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia