Minggu, 22 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Siswa SD Ciptakan Komposter Canggih

Kamis, 08 Mar 2018 19:35 | editor : M Rizal Kurniawan

KREATIF: Bupati Semarang Mundjirin saat memperhatikan komposter mini buatan siswa SDN Kadirejo 2 Kecamatan Pabelan, kemarin.

KREATIF: Bupati Semarang Mundjirin saat memperhatikan komposter mini buatan siswa SDN Kadirejo 2 Kecamatan Pabelan, kemarin. (Eko Wahyu Budiyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID - Komposter sampah berukuran mini yang dipamerkan di Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2018 Tingkat Kabupaten Semarang menjadi perhatian banyak pengunjung, Kamis (8/3/2018).

Komposter sampah tersebut merupakan karya dari Anugrah Aditya, 12, siswa kelas 6 SDN Kadirejo 2 Kecamatan Pabelan. Bahkan Bupati Semarang, Mundjirin yang hadir pada peringatan yang diselenggarakan di kampus Universitas Ngudi Waluyo Candirejo Ungaran Barat juga tertarik.

Saat di depan Mundjirin, Anugrah menjelaskan jika melalui komposter tersebut dapat dihasilkan pupuk kompos dan pupuk cair organik yang berguna untuk penyuburan tanaman. “Antara lain tanaman tomat, terong, cabai yang ditanam di sekolah,” kata Anugrah.

Guru pembimbing siswa SDN Kadirejo 2 Kecamatan Pabelan, Sujiyati menambahkan pembuatan komposter mini telah dilakukan sejak tahun 2015. Ide itu muncul karena ditemukan banyak sampah organik berupa dedaunan dari pohon-pohon yang tumbuh di lingkungan sekolah.“Di sekitar sekolah memang banyak pepohonan yang menghasilkan sampah daun,” kata Sujiyati.

Bermula dari hal itu, akhirnya dibuat bak penampungan sampah organik untuk dibuat kompos dan pupuk cair. Bak komposter itu berukuran 1 meter x 1,5 meter x 80 cm. Dari pengolahan sampah organik itu dihasilkan pupuk cair dan kompos yang digunakan untuk memupuk tanaman di lingkungan sekolah.

Sedangkan untuk komposter mini, saat ini ada tiga buah yang dikelola secara berkelompok oleh para siswa. Selain itu, para siswa juga dikenalkan dengan pengelolaan sampah dengan mengadakan bank sampah.

Setiap Selasa, para siswa diminta mengumpulkan sampah plastik dan Jumat berupa sampah kertas. “Karena pengelolaan sampah itu, sekolah kami dinyatakan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Jateng tahun 2017,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Semarang Mundjirin mengatakan ketertarikannya dengan komposter mini pengolah sampah organik buatan siswa SDN Kadirejo 2 Pabelan itu. “Penanaman nilai-nilai peduli lingkungan dan pengelolaan sampah memang harus ditanamkan sejak usia dini,” kata Mundjirin.

(sm/ewb/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia