Senin, 21 May 2018
radarsemarang
icon featured
Features
Komunitas Cannon Gel Airsoft Semarang

Setiap Bermain, Tanamkan Sportivitas dan Kejujuran

Selasa, 13 Feb 2018 12:29 | editor : Baskoro Septiadi

KOMPAK: Komunitas Cannon Gel Airsoft Semarang berfoto bersama usai melakukan acara kopdar.

KOMPAK: Komunitas Cannon Gel Airsoft Semarang berfoto bersama usai melakukan acara kopdar. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID - Bermain perang-perangan layaknya di video game tentu menjadi hobi yang menarik sekaligus memacu adrenalin. Ini seperti yang dilakukan Komunitas Cannon Gel Airsoft Semarang. Seperti apa?

Permainan yang memacu adrenalin ini bisa dimainkan dengan cara kelompok, salah satunya adalah skirmish yang merupakan  bentuk airsoft games yang berbentuk permainan simulasi perang-perangan. Dalam skirmish, biasanya terbagi menjadi dua tim yang bermain dalam sebuah skenario peperangan.

"Kegiatan skirmish biasa diadakan di hutan wisata Tinjomoyo, Water Blaster atau kebun durian Gunung Pati. Tak jarang Cannon Gel bermain di luar kota kalau ada event atau undangan komunitas lain. Misalnya, join ops di Salatiga, Solo ataupun Magelang," kata Tommy Nugraha, Ketua Cannon Gel Airsoft Semarang kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menjelaskan, komunitas tersebut dibentuk 25 Desember 2016 lalu. Awal berdiri hanya beranggotakan 7 orang. Saat ini,  anggota aktif berjumlah 15 orang. Meski baru setehun lebih dua bulan berdiri, namun dibandingkan dengan komunitas airsoft gun lainnya, semangat para anggotanya untuk bermain airsoft tidak kalah.

"Awal terbentuk dari  beberapa teman yang mempunyai kesamaan hobi mengenai unit airsoft gun dan wargeme serta keinginan mempunyai klub airsoft sesuai dengan kepribadian sendiri, maka terbentuklah Cannon Gel" jelasnya.

Nama Cannon Gel sendiri, lanjut dia, dari kata-kata sendau gurau saling bercanda para anggota saat berkumpul, salah atunya adalah jokes atau bahan bercanda orang-orang dewasa yang berbau gel. Alhasil, diputuskan memakai Cannon Gel sebagai nama komunitas tersebut.

Sama seperti perang, komunitas ini menyebut tempat tongkrongan sebagai basecamp yang disebut  BSB Armorry yang di seputaran wilayah BSB (Bukit Semarang Baru), dan rumah pribadi Tommy Nugaraha. Di tempat tersebut menjadi ajang kumpul dan sharing informasi tentang airsoft, aksesoris dan tak jarang juga tempat untuk mengoprek unit airsoft.

"Kegiatan lain selain skirmish adalah regrup atau ngumpul bareng. Para anggota juga membawa keluarga agar lebih tercipta kedekatan, kami menyebutnya sesuai dengan tagline Cannon Gel, yakni Unity of Brotherthood," bebernya.

Meski bisa dibilang permainan ekstrim, dalam bermain kelompok ini tetap menjaga keamanan dan  mengikuti aturan permainan. Selain itu juga ditanamkan  sportivitas dan kejujuran, hal tersebut penting karena bagi pencinta olahraga ekstrim tersebut kemenangan bukanlah yang utama. "Selain kemenangan, juga tetap harus fun serta sportif yang menjadi ruh dari  permainan ini,"katanya.

Santoso Ali, sesepuh Komunitas Cannon Gel Airsoft Semarang menjelaskan, jika sebenarnya tidak ada aturan yang baku dalam komunitas ini. “Misalnya, terkait unit airsoft harus jenis ini-itu atau seragam juga ini-itu.  Jadi, semua tidak ada standar khusus,” ujarnya.

Santoso mengungkapkan, Cannon Gel Airsoft Semarang membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat,  bisa ikut  kumpul - kumpul atau bisa sharing soal airsoft lebih dalam. Bisa juga mengunjungi akun Instagram @CannonGelAirsoft dan di Facebook Cannon Gel Airsoft Semarang. "Hobi airsoft memang bukan hobi yang murah. Perlu sharing dulu sebelum membeli perlengkapan airsoft dan pernak – perniknya. Takutnya nanti malah keblondok,"katanya.

Wakil Ketua Komunitas Cannon Gel Airsoft Semarang ini menambahkan, selama ini sebagian masyarakat menilai antara airsoft gun dan air gun adalah sama, padahal berbeda. Karena dalam airsoft gun sebagai daya tembaknya menggunakan peer dan gas CO. Sementara air gun menggunakan gas CO2 dengan daya tekanan yang lebih besar.

Kemudian untuk bahan peluru, airsoft gun menggunakan pallet (peluru) yang terbuat dari plastik berukuran 6 mm, sedangkan air gun menggunakan peluru berukuran 4.2 mm yang terbuat dari timah, tembaga, dan besi. "Jika ditembakkan, maka peluru airsoft gun akan hancur, sedangkan peluru air gun akan membentuk pipih jika mengenai objek. Yang jelas airsoft gun adalah alat permainan dan kami adalah penghobi airsoft gun,” bebernya.

(sm/den/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia