Sabtu, 24 Feb 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Razia Dinhub Digeruduk Ratusan Driver Taksi Online

12 Driver Mendapat Teguran

Selasa, 13 Feb 2018 11:54 | editor : Baskoro Septiadi

PROTES: Ratusan driver taksi online saat menggeruduk operasi simpatik yang digelar petugas Dinas Perhubungan Provinsi Jateng di depan Stasiun Tawang.

PROTES: Ratusan driver taksi online saat menggeruduk operasi simpatik yang digelar petugas Dinas Perhubungan Provinsi Jateng di depan Stasiun Tawang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Ratusan driver taksi online di Kota Semarang menggeruduk operasi simpatik yang digelar Dinas Perhubungan (Dinhub) Provinsi Jawa Tengah. Mereka menilai razia tersebut tak perlu digelar, karena Dishub sendiri belum memenuhi aturan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, khususnya soal uji kir.

 “Kami sengaja mendatangi razia ini, karena pemerintah sendiri juga belum sesuai dengan PM 108. Misalnya, uji kir belum dilakukan secara emboss (Teknik cetak yang memberikan efek timbul dengan pelat, Red) tapi masih ketrik,” kata Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Kota Semarang, M Rizal Wijaya, di sela operasi simpatik yang digelar petugas Dinhub Jateng di depan Stasiun Tawang Semarang, Senin (12/2/2018).

Rizal mengatakan, pihaknya bersama ratusan driver mendatangi razia tersebut bukan tidak mau mentaati aturan pemerintah, tapi aturan yang diberlakukan di Dinas Perhubungan Kota Semarang juga belum sesuai dengan aturan itu sendiri. Rata-rata para driver taksi online yang menggeruduk kemarin belum memiliki SIM A Umum dan melakukan uji kir kendaraannya.

“Setiap ada razia akan kami datangi. Setiap sosialisasi juga akan kami datangi, sambil memberikan pengertian kepada petugas Dishub bahwa uji kir yang dilakukan masih diketrik belum emboss," tegasnya.

Menurut Rizal, pengetokan atau diketrik nomor kendaraan pada sasis dapat menurunkan nilai ekonomi mobil para driver taksi online. Harga mobil akan anjlok saat dijual. Karena itu, pihaknya akan terus menolak dan meminta menunda melakukan uji kir sampai pemerintah memfasilitasi uji kir dengan di-emboss seperti yang ada dalam Permenhub.

Rizal juga mengeluhkan kuota taksi online di Kota semarang yang tidak jelas. “Kuotanya itu belum jelas, kemarin 3.000 taksi online, sekarang sisa kuota tinggal 600. Sedangkan teman-teman itu jumlahnya 8.000 lebih, lalu bagaimana nasib mereka yang tidak masuk kuota?" katanya setengah bertanya.

Kasi Keselamatan Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Andi Susmono, mengatakan, dalam operasi taksi online di Stasiun Tawang kemarin, sebanyak 12 driver taksi online mendapat teguran.

“Tegurannya adalah mengimbau kepada Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek harus memenuhi peraturan yang berlaku sesuai Peraturan Menteri Nomor 108. Kegiatan ini merupakan operasi simpatik yang sifatnya memberikan teguran saja," ujarnya.

(sm/hid/dit/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia