Sabtu, 24 Feb 2018
radarsemarang
icon featured
Untukmu Guruku
Sholikin SPd

Karakter Orang Tua Pengaruhi Unggah – Ungguh Anak

Senin, 15 Jan 2018 20:31 | editor : Ida Nor Layla

Sholikin SPd

Sholikin SPd

KEMAJUAN ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi  sangat berpengaruh pada perkembangan perilaku kehidupan manusia, terutama pada usia anak didik. Baik itu pada sikap, perilaku, sopan santun, akhlakul karimah, budi pekerti, maupun unggah – ungguh.

Mendidik  anak baik usia  dini (PAUD) pada tingkat pendidikan kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK), SMP, SMA dapat melalui pendidikan formal maupun non formal serta lingkungan dan keluarga.

Pendidikan keluarga sangatlah besar pengaruhnya terhadap karakter anak, dikarenakan waktu yang lama bergaul dalam keluarga. Orang tualah yang dapat membentuk karakter baik atau buruk anak dalam keluarga. Anak dapat meniru langsung gerak – gerik, tingkah laku, sopan santun dari orang tua.

Dulu ketika kita masih kecil, sering kali orang tua bertutur dengan lembut, sopan – santun  menceritakan kisah-kisah yang menarik untuk pengantar tidur kita. Ibu atau ayah berbicara dengan kata – kata yang lemah lembut, sehingga berkesan dalam diri anak tersebut dan dibawa sampai mereka dewasa alias meniru orang tuanya

Ingatan kita masih lekat. Orang tua dengan mudah dapat membuat anak-anaknya terdiam, terpaku, terbius dan terpesona dengan kata-kata yang keluar dari mulut melalui kalimat yang halus, bertutur kata dengan menggunakan unggah – ungguh bahasa, karma inggil

Karakter/watak baik atau buruk orang tua dapat mempengaruhi  kehidupan dan prilaku anak dalam keluarga, segala tingkah laku orang tua selalu diawasi, dipantau, bahkan ditiru oleh keluarga, utamanya pada anak-anak dalam keluarga tersebut. Pembiasaan perilaku baik  orang tua dalam keluarga akan membentuk karakter baik pula keluarga. Sebaliknya  pembiasaan perilaku buruk akan membantuk perilaku jelek pada anak dan keluarganya.

Kesuksesan anak berpengaruh pada karakter orang tua, dan itu menunjukkan keberhasilan orang tua dalam mendidik anak dalam keluarga melalui unggah – ungguh, sopan santun, sikap dan perilaku dalam mendidiknya.

Semua orang tua menginginkan anaknya sukses. Namun ternyata, karakter orang tua dalam mendidik anaklah yang menjadi penentu kesuksesan si anak tersebut Lantas seperti apa karakter orang tua yang membantu anak meraih kesuksesan di masa depan? Penulis memberikan contoh perilaku baik orang tua yang dapaat membentuk karakter baik pada anak dan keluarga;

Pertama,  orang tua ketika  berbicara  dalam keluarga setiap harinya menggunakan basa krama inggil, secara otomatis anak dalam keluarga akan mencontoh, meniru,  mengikutinya, dan akan  terbawa ke luar keluarga.

Kedua, pembiasaan senyum, salam, sapa, sopan dan satun,  berjabatan tangan bapak kepada ibu, kepada anak-anaknya ketika akan keluar rumah, hal ini akan berdampak pula pada anak-anak untuk mengikutinya

Ketiga, pembiasaan program magrib matikan TV ayo mengaji, orang tua memberikan contoh membaca Alquran, membaca buku/kitab, menjadi kebiasaan dalam keluarga, maka akan berdampak pula membentuk karakter anak untuk  mengikutinya

Keempat, memiliki dan mengajarkan anak ke arah sosial. Anak yang memiliki nilai  baik tentu menjadi kebanggaan orang tua. Namun jika Anda mengajarkan keahlian sosial pada anak, itu akan lebih membantunya menuju kesuksesan. Jika anak memiliki kemampuan  bersosialisasi yang baik,  di masa depan akan meluas dan membentuknya menuju sukses. Keahlian sosial mencakup mengajarkan lawan bicara serta mengajarkanya, bagaimana berkomunikasi yang baik

Unggah – ungguh bahasa sering disebut undha usuk bahasa atau tingkat tutur bahasa, hingga sampai saat ini masih digunakan, terutama masyarakat Jawa. Namun masih banyak peserta didik yang tidak bisa menerapkan bahasa krama inggil. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan atau kurang memahami, kurang belajar, dan ketidaktahuan penggunaan bahasa krama inggil.

(sm/aro/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia