Rabu, 17 Jan 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang
Pilgub Jateng 2018

Jateng Masuk Kategori Kerawanan Sedang

Rabu, 10 Jan 2018 08:30 | editor : Pratono

PASTIKAN KONDUSIF : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memantau pengamanan di Kantor KPU Jateng, Jalan Veteran, Selasa (9/1/2018).

PASTIKAN KONDUSIF : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memantau pengamanan di Kantor KPU Jateng, Jalan Veteran, Selasa (9/1/2018). (Muhammad Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng dijaga 150 personel Polda Jateng selama masa pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Selasa (9/1/2018), Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono memantau langsung sistem pengamanan tersebut.

"Saya ke kantor KPU untuk mengecek pengamanan. Kita tahu tanggal 8,9,10 merupakan tahapan pendaftaran paslon. Kami minta kepada anggota baik yang sterilisasi tempatnnya, lalu lintasnya maupun yang lain-lain siap semuanya," ungkap Condro.

Secara keseluruhan, pihaknya menurunkan 21 ribu personel untuk pengamanan Pilkada 2018 yang berlangsung di Jateng. "Di KPU sendiri ada 150 personel baik yang terbuka maupun yang tertutup," tegasnya.

Menanggapi terkait daerah penyelenggara Pilkada yang rawan, Condro menjelaskan di Jawa Tengah masuk dalam kategori sedang dan aman.

"Masing-masing wilayah memiliki karakteristik potensi kerawanan yang berbeda-beda. Potensi kerawanan itu kita dapatkan dari pelaksanaan Pilkada sebelumnya," bebernya.

Di tempat terpisah, Polsek Banyumanik dan Koramil setempat melakukan apel bersama di halaman markas Koramil di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Banyumanik. Apel yang diikuti ratusan anggota TNI/Polri ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli dan Danramril Mayor Ahmad Mubarok.

Pada kegiatan apel tersebut baik Kapolsek maupun Danramil menggarisbawahi anggotanya untuk bersikap netral dan tidak memihak pada pasangan calon manapun.

"Anggota TNImaupun Polri harus menjaga kekompakan dalam pilkada mendatang. Jangan justru menjadi provokasi atau mempengaruhi masyarakat dalam memilih pasangan calon," ungkap Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli didampingi Danramil Mayor Ahmad Mubarok.

(sm/mha/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia