Kamis, 26 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Bulog Jateng Gelontorkan 30 Ribu Ton Beras

Rabu, 10 Jan 2018 13:00 | editor : Pratono

REDAM HARGA : Sebanyak 30 ribu ton beras didistribusikan oleh Perum Bulog Divre Jateng ke sejumlah titik dalam operasi pasar bulan ini.

REDAM HARGA : Sebanyak 30 ribu ton beras didistribusikan oleh Perum Bulog Divre Jateng ke sejumlah titik dalam operasi pasar bulan ini. (Nurul Pratidina/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah menggelontorkan 30 ribu ton beras dalam operasi pasar bulan Januari ini. Kegiatan yang bekerjasama dengan Satgas Pangan ini sebagai upaya menstabilisasi harga beras yang terus bergerak naik.

Kepala Perum Bulog Divre Jawa Tengah Djoni Nur Ashari mengatakan, di awal tahun ini mulai terjadi pergerakan harga beras hingga melebihi harga eceran tertinggi (HET). Khususnya kelas medium yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat.

“HET untuk medium Rp 9.450. Di sejumlah pasar harga yang ditawarkan diatas harga tersebut, bervariasi tergantung dari varian beras tersebut. Ada yang Rp 10.000 atau di atasnya untuk varian medium yang sudah mendekati kelas premium,” ujarnya, Selasa (9/1/2018).

Kenaikan harga tersebut disebabkan permintaan yang tinggi. Sedangkan pasokan belum melimpah. Hal ini berkaitan dengan panen yang baru terjadi di beberapa titik saja. Di antaranya, Tegal, Ambarawa dan Cilacap.

“Suplai dan permintaan yang tidak seimbang menjadikan harga bergerak naik. Oleh karena itu, kami redam dengan melakukan operasi pasar, utamanya di 15 pasar pencatat inflasi di Jawa Tengah. Di antaranya Semarang, Surakarta, Kudus, Cilacap, Banyumas dan Tegal,” ujarnya.

Pada Januari ini, lanjut Djoni, operasi pasar yang juga bekerjasama dengan sejumlah pedagang di beberapa pasar di luar pencatatan inflasi pihaknya sediakan 30 ribu ton. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menambah jumlah beras yang digelontorkan ke pasaran.

“Pada prinsipnya, selama harga masih terus bergerak, maka kami akan terus masuk untuk meredam harga tersebut. Tapi kalau harga sudah stabil apalagi pada panen raya bulan Maret nanti, ya operasi kami hentikan, karena pasokan akan melimpah,” ujarnya.

(sm/dna/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia