Kamis, 26 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Bulog Gelontorkan 30 Ribu Ton Beras

Selasa, 09 Jan 2018 15:34 | editor : Baskoro Septiadi

REDAM HARGA: Sebanyak 30 ribu ton beras didistribusikan oleh Perum Bulog Divre Jateng ke sejumlah titik dalam operasi pasar bulan ini.

REDAM HARGA: Sebanyak 30 ribu ton beras didistribusikan oleh Perum Bulog Divre Jateng ke sejumlah titik dalam operasi pasar bulan ini. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID – Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah menggelontorkan 30 ribu ton beras dalam operasi pasar bulan Januari ini. Kegiatan yang bekerjasama dengan Satgas Pangan ini sebagai upaya meredam harga beras yang terus bergerak naik.

Kepala Perum Bulog Divre Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari mengatakan, di awal tahun ini mulai terjadi pergerakan harga beras hingga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Khususnya kelas medium yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat.

“HET untuk medium Rp 9.450. Di sejumlah pasar harga yang ditawarkan di atas harga tersebut, bervariasi tergantung dari varian beras tersebut. Ada yang Rp 10.000 atau di atasnya untuk varian medium yang sudah mendekati kelas premium,” ujarnya, Selasa (9/1/2018).

Kenaikan harga tersebut disebabkan karena permintaan yang tinggi, sedangkan pasokan belum melimpah. Hal ini berkaitan dengan panen yang baru terjadi di beberapa titik saja. Diantaranya, Tegal, Ambarawa dan Cilacap.

“Suplai dan permintaan yang tidak seimbang menjadikan harga bergerak naik. Oleh karena itu, kami redam dengan melakukan operasi pasar, utamanya di 15 pasar pencatat inflasi di Jawa Tengah. Diantaranya Semarang, Surakarta, Kudus, Cilacap, Banyumas dan Tegal,”ujarnya.

Pada Januari 2018 ini, lanjut Djoni, operasi pasar yang juga bekerjasama dengan sejumlah pedagang di beberapa pasar di luar pencatatan inflasi pihaknya sediakan 30 ribu ton. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menambah jumlah beras yang digelontorkan ke pasaran.

“Pada prinsipnya, selama harga masih terus bergerak, maka kami akan terus masuk untuk meredam harga tersebut. Tapi kalau harga sudah stabil apalagi pada panen raya bulan Maret nanti, ya operasi kami hentikan, karena pasokan akan melimpah,” ujarnya.

(sm/dna/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia