Selasa, 16 Jan 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Pemkot Semarang Sisakan 5 Proyek Tak Tuntas

Selasa, 09 Jan 2018 12:13 | editor : Baskoro Septiadi

PENATAAN KOTA LAMA : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menandai penataan kawasan Kota Lama dengan peletakan batu pertama di kawasan Kota Lama, Senin (8/1/2018).

PENATAAN KOTA LAMA : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menandai penataan kawasan Kota Lama dengan peletakan batu pertama di kawasan Kota Lama, Senin (8/1/2018). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah menuntaskan sebanyak 485 program dengan 3.323 proyek di tahun 2017. Kendati begitu, masih menyisakan 5 proyek yang tidak selesai tepat waktu. Di antaranya dua proyek pembangunan jalan raya di Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dua proyek pembangunan pasar bantuan dari pemerintah pusat belum terselesaikan di Dinas Perdagangan dan satu proyek pengerjaan taman di Dinas Perumahan dan Pemukiman.

Hal tersebut terungkap dalam peresmian proyek tahun anggaran 2017 oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang dilaksanakan di kawasan Kota Lama, Senin (8/1/2018) kemarin. Acara tersebut sekaligus dimulainya penataan kawasan Kota Lama yang ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama oleh wali kota. Kegiatan tersebut disaksikan seluruh anggota Muspida dan perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kawasan Kota Lama Semarang ini memiliki nilai jual kepariwisataan yang tinggi. Sebagaimana kawasan Kota Lama di luar negeri seperti kawasan Eropa dan negara-negara Asia lainnya,” kata Hendi dalam kesempatan tersebut.

Karena itulah, katanya, kawasan Kota Lama harus dapat berkembang dengan baik sesuai ketentuan. Namun tidak menghilangkan marwah dan ruh dari bangunan-bangunan tua. “Pengembangan Kota Lama ini dibantu Kementerian PUPR. Kegiatannya berupa pembangunan infrastruktur seperti street funiture, taman, jalan, penanganan kolam retensi, sehingga menjadi lebih indah. Tentunya, ini semakin menambah semangat pemilik gedung untuk membenahi bangunan, “ tandasnya.

Hendi- sapaan akrab Hendrar Prihadi- merasa bersyukur atas bantuan dari Pemerintah Pusat dalam penataan kawasan kota lama yang lebih baik. “Kami saat ini sedang memikirkan kawasan Kota Lama ke depan dengan dilengkapi city walk atau kawasan yang tidak diperbolehkan untuk dilintasi kendaraan bermotor,” katanya.

Hendi berharap revitalisasi Kota Lama dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga dapat dimanfaatkan warga dalam mendukung nominasi Warisan Dunia versi Unesco. “Semoga tidak ada kendala sehingga lancar sampai selesai, “ imbunya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa sejumlah proyek pembangunan yang selesai dikerjakan di antaranya Gedung Oudetrap di Kota Lama Semarang, Gedung IBS ICU & Radiologi Terpadu di RSUD Kota Semarang, serta Taman Kasmaran di Jalan Dr Sutomo Kota Semarang.

"Saat saya dilantik pada 17 Februari 2016, saya berjanji jika wajah Kota Semarang akan terlihat perubahannya pada tahun 2018. Alhamdulillah, apa yang kami upayakan sudah mulai mendapat respon positif dari masyarakat," ungkapnya.

Hendi menegaskan, kunci perubahan Kota Semarang adalah banyaknya pihak yang bergerak bersama ikut membangun Kota Semarang. "Bila membandingkan APBD Kota Semarang dengan yang dimiliki kota-kota besar lainnya, jumlahnya relatif lebih kecil. Tapi hari ini, tak jadi masalah karena semua elemen bergerak, mulai dari Pemkot Semarang, Muspida, Pemprov Jateng, Pemerintah Pusat, Perusahaan Swasta, sampai masyarakatnya sendiri, sehingga pembangunannya bisa lebih massif," tegas Hendi.

Salah satu hasil perubahan wajah kota, lanjut Hendi, terlihat dari berkurangnya luasan kawasan kumuh di Kota Semarang. Dari yang semula seluas 415,93 hektare pada tahun 2016, sudah berkurang sebanyak 114,35 hektare di tahun 2017, menjadi seluas 301,58 hektare. "Pada tahun 2018 ini, luasan kawasan kumuh tersebut targetnya akan kembali ditekan hingga seluas 201,05 hektare," tandasnya.

Sedangkan pada 2018 ini, wali kota ingin menekankan pembangunan wajah kota dengan memperbanyak ruang terbuka hijau dan banyak taman. “Wajah kota harus diubah dan harus ada percepatan pembangunan agar lebih hijau, bagus, rapi, dan indah. Perlu ditambah lagi kawasan hijau dan taman,” kata Hendi.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Rina Farida menambahkan jika menata sebuah kawasan membutuhkan koordinasi dan kerjasama. PUPR akan terus mendukung perbaikan dan pembangunan infrastruktur, di antaranya melakukan perbaikan draniase serta mengubah kawasan kumuh menjadi kawasan bersih dan rapi. "Tidak hanya Pemkot Semarang, masyarakat di dalamnya yang ada keterkaitan dengan kawasan juga harus berkoordinasi dengan baik," tegas Rina.

(sm/dit/zal/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia