Minggu, 21 Jan 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Pecandu Sabu Diintai 3 Hari

Sabtu, 06 Jan 2018 12:00 | editor : Pratono

PESAKITAN : Pelaku penyalahgunaan narkoba di kawasan Mertoyudan saat di Polres Magelang.

PESAKITAN : Pelaku penyalahgunaan narkoba di kawasan Mertoyudan saat di Polres Magelang. (Mukhtar Lutfi/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID—Seorang debt collector alias penagih utang yang menjadi pecandu sabu-sabu kemarin diringkus petugas Polres Magelang. Tersangka bernama Defri Adi, 24, warga Rejowinangun Utara, Magelang Tengah, Kota Magelang.

Defri diciduk usai mengambil pesanan sabu-sabu yang diletakkan penjualnya di kompleks sebuah SMK swasta di Dusun Santan, Desa Sumberejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sebelum menangkap Defri, polisi sudah mengintai gerak-gerik tersangka selama 3 hari.

“Petugas melakukan pengintaian di lokasi tersebut. Sebab, berdasarkan informasi masyarakat, tempat yang dimaksud kerap menjadi lokasi transaksi narkoba. Baru pada hari ketiga, petugas melihat seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan,” papar KBO Satresnarkoba Polres Magelang, Iptu Mulyanto, saat gelar perkara, Jumat (5/1/2018), di Mapolres. Defri ditangkap saat tengah mengambil sabu-sabu pesanannya dari seorang pengedar bernama Ucok.

Dari tangan tersangka, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,80 gram di dalam kemasan plastik kecil. Petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam dan motor yang digunakan pelaku untuk bertransaksi dengan pengedar. "Barang haram tersebut diperoleh tersangka setelah memesan via panggilan telepon. Sabu diletakkan di pot bunga, di sekitar jalan tersebut, dan diambil oleh pelaku.”

Pelaku bakal dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya, pidana penjara paling singkat empat tahun; dan maksimal 12 tahun. Juga denda Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar. "Kami juga tengah memburu pelaku pengedar sabu,” kata Iptu Mulyanto. Polres, lanjut Mulyanto, sudah mendapatkan beberapa petunjuk. “Tidak lama, pelaku akan kami tangkap.”

Tersangka Defri Adi mengakui mendapatkan sabu dari Ucok. Harganya, Rp 1,1 juta. "Usai ditransfer, barang dikirim.” Defri mengaku sudah setahun menggunakan sabu. Defri juga sudah tiga kali tertangkap polisi dengan kasus yang sama. Kendati demikian, Defri tak jera menggunakan sabu. “Saya sudah pakai setahun dan sudah tiga kali kena kasus sama.”

(sm/vie/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia