Jumat, 27 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Salatiga Waspadai Peredaran Pil PCC

Kamis, 04 Jan 2018 08:30 | editor : Pratono

INTEROGRASI: Dua tersangka pengguna sabu-sabu dalam gelar perkara di Polres Salatiga, Rabu (3/1/2018).

INTEROGRASI: Dua tersangka pengguna sabu-sabu dalam gelar perkara di Polres Salatiga, Rabu (3/1/2018). (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Kasus peredaran narkoba di wilayah kota Salatiga ditengarai cukup tinggi. Salah satu indikasinya adalah, banyaknya kasus narkoba yang terungkap di Salatiga. Bahkan kasus narkoba di Salatiga berada pada urutan 6 besar di Jawa Tengah. Sebagai kota kecil, hal ini cukup memprihatin dan jajaran Polres Salatiga berkomitmen untuk memberantasnya.

“Untuk wilayah Salatiga tergolong cukup tinggi. Salah satu sebabnya, adalah Salatiga sebagai kota lintasan dan tepat berada di tengah kota – kota besar seperti Semarang dan Solo,” terang Kasat Narkoba Polres Salatiga Bambang Budiono di sela gelar kasus penangkapan penjual dan pemakai sabu di Pendopo Mapolres Salatiga, Rabu (3/1/2018).

Di sisi lain, Bambang menuturkan, pihaknya mewaspadai peredaran pil PCC (paracetamol, caffeine, clorisoprodol). Antisipasi dilakukan usai terbongkarnya kasus pabrik PCC di Semarang dan Solo beberapa waktu lalu. Dikhawatirkan, peredaran PCC akan beralih ke pinggiran dan masuk ke Salatiga. “Namun saat ini belum ada indikasi atau kasus yang muncul,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam gelar kasus yang dipimpin Kasubag Humas Polres Salatiga Kompol I Nyoman Suasma, tersangka pengguna narkoba yang ditangkap adalah Arif Pramono, 23, warga Kampung Krajan Kelurahan Tingkir Lor Kecamatan Tingkir. Dari tangan pelaku, polisi menyita satu paket sabu-sabu dalam plastik klip bening dengan seberat 1,45 gram. Selain kasus narkoa, Arif ternyata juga menjadi tersangka kasus penjambretan di empat lokasi berbeda di Salatiga.

Arif membeli narkoba seharga 200 ribu ini dari Pradita Indra Lesmana, 27, warga Kutowinangun Lor. Saat ditangkap, Indra mengaku membeli kepada orang lain dan tidak mengenalnya. “Saya sebenarnya hanya untuk pakai sendiri. Karena jika memakai sabu, tidak ada capeknya,” terang Indra.

(sm/sas/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia