Sabtu, 20 Jan 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Korban Kecelakaan Odong-Odong Meninggal

Rabu, 03 Jan 2018 08:30 | editor : Pratono

PEMAKAMAN : Suasana pemakaman Ahmad Choirus Sifa, 5, salah satu korban tewas akibat tabrakan Isuzu Elf dengan odong-odong di jalan tembus Sultan Hadiwijaya, Kota Demak.

PEMAKAMAN : Suasana pemakaman Ahmad Choirus Sifa, 5, salah satu korban tewas akibat tabrakan Isuzu Elf dengan odong-odong di jalan tembus Sultan Hadiwijaya, Kota Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG-Tabrakan antara mobil Elf dengan odong-odong, akhirnya menelan korban jiwa. Ahmad Choirus Sifa, 5, anak pasangan suami istri Abdul Khoir dan Maspiah, warga RT 2 RW 5, Desa Weding, Kecamatan Bonang Senin (1/1/2018) malam, meninggal dunia setelah dirujuk dari RSUD Sunan Kalijaga Demak ke RSUP dr Kariadi Semarang.

Korban dalam kecelakaan tersebut, sebelumnya mengalami pendarahan hebat di kepala bagian belakang. Sifa sebelumnya diajak ibunya, Maspiah bersama kakaknya, Sahrul Yaqin, 8, ikut rombongan wisata ke Taman Ria, Kota Demak dengan naik odong-odong bersama ibu-ibu lainnya. Maspiah dan dua anaknya, termasuk Sifa juga dirawat di RSUD. Namun, karena luka berat, Sifa kemudian dirujuk ke Semarang.

Humas RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kusmanto mengatakan, korban telah dirujuk ke RS dr Kariadi Semarang dan meninggal di rumah sakit tersebut. “Dalam pemeriksaan sebelumnya, Sifa mengalami cidera kepala berat,” ujarnya, kemarin.

Hingga kemarin, kata dia, masih ada 11 orang korban luka-luka yang dirawat di IGD RSUD Sunan Kalijaga. Mereka menjalani perawatan intensif untuk upaya pemulihan luka-luka dan patah tulang akibat kecelakaan tersebut.

Salah satu korban yang masih dirawat adalah Suwarmo, 50, sopir odong-odong, warga Desa Bango, Kecamatan Demak Kota. Sementara itu, setelah diketahui meninggal, kemarin pagi jasad Ahmad Choirus Sifa dikebumikan di pemakaman Desa Weding. Ratusan warga mengantarkan kepergian korban kecelakaan tersebut.

Kerabat korban, Sihabudin mengungkapkan, keponakannya tersebut meninggal dalam perjalanan ke RSUP dr Kariadi, Semarang. “Meninggal dalam perjalanan,” katanya.

Sifa, kata dia, mengalami pendarahan di kepala karena akibat benturan keras saat kecelakaan. Saat kejadian, Sifa dipangku ibunya (Maspiah) di kursi bagian depan. Akibatnya, luka Sifa tergolong parah setelah gerbong kereta depan ditabrak mobil Isuzu Elf yang dikemudikan, Muhamad Abdul Latif, 24, warga RT 2 RW 1, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang.

“Kami minta ada yang bertanggung jawab soal kecelakaan ini. Terutama sopir mobil Elf dan pengendara sepeda motor yang menjadi penyebab kecelakaan,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Tokoh pemuda Desa Weding, Irul, menambahkan, untuk meringankan beban warga korban kecelakaan, kemarin, sejumlah pemuda desa menggelar aksi Pray for Weding. Mereka menggalang dana untuk membantu korban tabrakan yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit. “Bagi yang punya rezeki berlebih monggo ikut disumbangkan kepada korban odong-odong. Dana bisa ditransfer ke rekening Bank Mandiri 135-00-1572695-1 atas nama Khoirul Huda, Desa Weding, Kecamatan Bonang, Demak,” katanya.

Penggalangan dana dilakukan dari rumah ke rumah. Seperti diketahui, mayoritas korban odong-odong adalah ibu-ibu dan anak-anak dari RT 2 RW 5, Desa Weding.

Terpisah, Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo melalui Kasatlantas AKP Chris J Lolowang mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penertiban terhadap odong-odong atau kendaraan yang dimodifikasi untuk penumpang layaknya mobil. Menurutnya, penertiban diperlukan agar peristiwa lakalantas tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari. “Iya, nanti akan kami tertibkan,” kata Kasatlantas, kemarin.

(sm/hib/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia