Jumat, 27 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Usai Teror Molotov, Mapolres Semarang Diperketat

Rabu, 03 Jan 2018 13:00 | editor : Pratono

KETAT : Petugas dari Mapolres Semarang memeriksa setiap pengunjung yang datang ke Polres Semarang, Selasa (2/1/2018).

KETAT : Petugas dari Mapolres Semarang memeriksa setiap pengunjung yang datang ke Polres Semarang, Selasa (2/1/2018). (Eko Wahyu Budiyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID–Petugas menjaga ketat pintu masuk Polres Semarang. Hal itu dilakukan pasca terjadinya teror bom molotov yang melukai petugas di Polsek Bantoala Sulawesi Selatan.

Kabagops Polres Semarang Kompol Suparji mengungkapkan penjagaan dilakukan usai mendapat instruksi langsung dari Kapolres Semarang. “Usai teror bom molotov di Sulawesi, kami melakukan penjagaan ketat Mapolres Semarang,” ujar Suparji, Selasa (2/1/2018).

Penjagaan di Mapolres Semarang dilakukan oleh petugas menggunakan senjata lengkap. Semua warga yang masuk Mapolres Semarang dilakukan penggeledahan satu persatu. Baik itu yang menggunakan roda dua maupun roda empat. Seperti halnya roda dua, digeledah hingga diminta membuka setiap jok.

Selain itu, apabila pengunjung masuk membawa tas, langsung digeledah dan dilihat apa yang ada di dalamnya. “Identitas dari pengunjung juga kami periksa satu per satu,” lanjutnya.

Penjagaan dilakukan selama 24 jam non stop. Selain dari satuan bhayangkara, penjagaan juga melibatkan personel Brimob Polda Jawa Tengah. “Satu per satu warga yang masuk ke diperiksa barang-barang bawaannya,” katanya.

Untuk kendaraan roda empat, setiap pengunjung diminta membuka kaca mobil. Selain itu, pengunjung diminta turun untuk digeledah apa yang menempel ditubuhnya. Juga bagasi kendaraan roda empat tak luput dari pemeriksaan. Pemeriksaan setiap pengunjung yang masuk dilakukan secara detil.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho menambahkan penjagaan tidak hanya dilakukan pasca terjadinya teror bom molotov di Sulawesi Selatan. “Polres Semarang rutin melaksanakan kegiatan pengecekan tamu yang masuk ke mako ini,” kata Agus.

Menurutnya, tindakan tersebut sudah sesuai, untuk mencegah adanya teror bom susulan. “Sebagai warga saya tidak apa-apa. Kesini (Mapolres) untuk mengantar teman membuat SIM,” ujar warga Leyangan Ungaran Timur itu.

(sm/ewb/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia