Minggu, 21 Jan 2018
radarsemarang
icon featured
Destinasi

Gemetar di Atas Ayunan Langit

Rabu, 27 Dec 2017 15:14 | editor : Pratono

RAMAI : Terlihat pengunjung di Gumuk Reco Desa Sepakung menikmati wahana ayunan langit untuk mengisi libur Natal 2017, Selasa (26/12/2017).

RAMAI : Terlihat pengunjung di Gumuk Reco Desa Sepakung menikmati wahana ayunan langit untuk mengisi libur Natal 2017, Selasa (26/12/2017). (Eko Wahyu Budiyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID–Desa Wisata di Kabupaten Semarang dibanjiri pengunjung pada libur Natal 2017 ini. Salah satunya Desa Wisata Sepakung Kecamatan Banyubiru. Tepatnya, objek wisata Gumuk Reco dipenuhi pengunjung, Selasa (26/12/2017).

Sejak dibuka pada pukul 06.00, ratusan pengunjung sudah mengantre tiket masuk objek wisata tersebut. Tidak hanya warga lokal Kabupaten Semarang, pengunjung juga datang dari luar Kabupaten Semarang. Seperti halnya Ira Yulita, 35, warga Subang Jawa Barat. Ira mengaku mengetahui objek wisata di Desa Sepakung dari media sosial. “Tahunya dari media sosial, terus pas libur Natal ke Ambarawa menyempatkan mampir,” ujar Ira.

Menurutnya lokasi salah satu objek wisata di Desa Sepakung tersebut sudah cukup baik. Berbagai wahana ditawarkan di lokasi objek wisata Gumuk Reco. Di antaranya ayunan langit, sangkar burung, jembatan kepompong, dan beberapa spot selfie. “Semua sudah kami jajal,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap memberikan masukan kepada pengelola wisata setempat terkait dengan akses masuk objek wisata Gumuk Reco. Menurutnya, akses masuk objek tersebut masih terlalu sulit. “Jalannya masih sempit dan terjal, sehingga harus hati-hati,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh pengunjung lain Ii', 37, warga Kecamatan Ambarawa. Menurutnya, kondisi alam di Desa Sepakung sudah tepat, jika dibuat dengan objek wisata alam. Ia kesini datang bersama keluarganya. “Mumpung liburan, cari yang dekat seperti di Sepakung ini,” ujar Ii'.

Beberapa wahana di objek wisata tersebut sudah dia jajal. Seperti ayunan langit dan jembatan kepompong. Kedua wahana tersebut menantang adrenalin pengunjung. Ayunan langit misalnya, pengunjung menaiki ayunan yang melayang di atas tebing. “Gemetar pas nyoba ayunan langit,” katanya.

Hal serupa ketika ia menjajal wahana jembatan kepompong. Pengunjung harus melintas di jembatan yang berada di antara tebing. “Nyari sensasi saja. Naik wahana yang menantang adrenalin,” ujarnya.

Namun pengunjung tidak perlu khawatir ketika menaiki kedua wahana tersebut. Dikarenakan setiap pengguna wahana sudah dilengkapi sistem pengaman dan instruktur yang berpengalaman.

Kades Sepakung Ahmad Nuri mengatakan di desa tersebut sudah ada empat objek wisata yang bisa memanjakan pengunjung. “Selain Gumuk Reco, juga ada Cemoro Sewu, Air Terjun Gua Semar, dan Bumi Perkemahan Balong,” kata Nuri.

Sejak dibuka pada awal libur Natal 2017 ini ratusan pengunjung sudah tercatat mengunjungi empat wisata tersebut. “Dua hari kami catat sudah 600 orang pengunjung,” katanya.

Adapun tiket masuk yang ditawarkan ke empat objek wisata tersebut sama yaitu Rp 5.000. “Tiket masuk sengaja kami sama ratakan untuk ke empat objek. Namun setelah masuk dan menggunakan wahana dikenai tiket lagi,” katanya.

Gumuk Reco merupakan wisata alam yang berada di ketinggian 800 Mdpl. Selain menyuguhkan wahana menantang, para pengunjung juga disuguhi pemandangan alam yang menarik. Saat ini ke empat objek wisata tersebut masih dikelola oleh kelompok karangtaruna di masing-masing dusun.

Seperti halnya objek wisata Gumuk Reco yang dikelola oleh kelompok karangtaruna Dusun Kenongo. Dijelaskan Nuri, mulai 2018 semua objek wisata tersebut akan dikelola oleh Pemdes Sepakung yang disinergikan dengan BUMDes Sepakung.

Diakui Nuri, beberapa investor sudah tertarik untuk ikut mengembangkan objek wisata di tempatnya. “Namun untuk saat ini belum ada kecocokan dengan investor yang masuk,” katanya.

Mulai 2018 pula, pihak Pemdes Sepakung akan menambahkan wahana lain di objek Gumuk Reco yaitu jembatan kaca di tebing. Menurut Nuri wahana tersebut akan lebih menantang adrenalin pengunjung. “Itu memang kami adopsi dari salah satu objek wisata jembatan kaca tebing di salah satu negara di Asia,” katanya.

(sm/ewb/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia