Jumat, 27 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Features
Kegiatan Sabtu Bercerita di SDN Tawang Mas 01

Melatih Mental Siswa Tampil di Depan Umum  

Selasa, 26 Dec 2017 14:11 | editor : Baskoro Septiadi

CERITA INSPIRATIF: Kepala SD Negeri Tawang Mas 01, Sunardi, saat menceritakan kisah Pandawa Lima di depan para siswanya, Sabtu (23/12/2017).         

CERITA INSPIRATIF: Kepala SD Negeri Tawang Mas 01, Sunardi, saat menceritakan kisah Pandawa Lima di depan para siswanya, Sabtu (23/12/2017).       (AFIATI TSALISTATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Beragam cara dilakukan para guru demi meningkatkan literasi siswanya di tengah perkembangan teknologi informasi. Seperti yang digagas oleh para pengajar di SD Negeri Tawang Mas 01 Semarang. Di sekolah ini, setiap Sabtu siswa dan guru dibiasakan bercerita inspiratif. Seperti apa?

Sabtu (23/12/2017) pagi itu udara masih dingin. Mentari bersinar cerah. Pukul 07.00, bel sekolah berbunyi. Para siswa tidak masuk kelas. Tapi mereka duduk lesehan di halaman sekolah yang berpaving. Satu meja dan satu kursi sudah disiapkan. Tak ketinggalan mikrofon yang dipasang di tiangnya. Pagi itu, seorang siswa membaca buku kumpulan puisi pengalaman sehari-hari.

Ya, begitulah suasana SDN Tawang Mas 01 di bilangan Jalan Puri Anjasmoro Blok A-6 Semarang setiap Sabtu pagi. Di sekolah ini, setiap Sabtu siswa unjuk aktualisasi diri. Mereka membacakan cerita inspirasi di halaman sekolah. Tak hanya siswa saja, tetapi juga dilakukan secara dua arah dengan pembacaan cerita oleh guru. Kemudian di akhir bagian, selama lima menit siswa diberikan kesempatan untuk berebut menceritakan kembali isi ceritanya.

"Tujuannya, mengenalkan karakter isi cerita, kebanyakan adalah tokoh inspiratif yang diceritakan bisa pahlawan nasional, superhero, atau kisah pewayangan," ungkap Kepala SDN Tawang Mas 01, Sunardi.

Hari itu, Sunardi, juga mendapat giliran bercerita. Mengenakan busana Jawa lengkap dengan blangkon, Sunardi bercerita tentang sosok wayang. Ia menceritakan kisah Pandawa Lima dengan karakter lima tokohnya.

Sunardi bercerita dengan logat dan gaya bak seorang dalang memainkan wayang kulit. Ia menjelaskan masing-masing karakter tokoh Pandawa Lima. Hingga tiba di bagian akhir, para siswanya berebut untuk menceritakan kembali apa yang telah diceritakannya."Kita juga lakukan tanya jawab atau jika ada siswa yang berani tampil ya akan dibawakan lagi ceritanya," jelasnya.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, sangat efektif untuk menjadi pembelajaran siswa dalam mengenal cerita inspiratif. Siswa juga semakin terlatih mentalnya dan berani untuk tampil di depan umum.

Sunardi ingin mendorong siswanya untuk memiliki karakter yang berani dan bertanggung jawab. Di sisi lain, para siswa juga tahu terkait dengan cerita pewayangan yang dibawakannya. "Ini upaya mengimbangi perkembangan teknologi yang selalu malas gerak jika siswa sudah di depan gadget," terangnya.

Sunardi menjelaskan, cerita yang dibawakan tidak terbatas tema. Bahkan, tidak terbatas untuk yang ingin berpartisipasi. Pihaknya juga melibatkan wali murid, Babinsa ataupun profesi lainnya. Bahkan para siswa juga dapat membawakan karya tulisnya sendiri.

"Kami juga melibatkan orang tua siswa yang memiliki profesi inspiratif, sepeti dokter, tentara, pilot, petani hingga anggota kepolisian sebagai edukasi ketertiban dan keamanan lingkungan," tandasnya.

(sm/tsa/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia