Jumat, 27 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Features
Hangatnya Perayaan Natal di Kampung Toleransi

Warga Muslim Jadi Panitia Silaturahmi

Selasa, 26 Dec 2017 13:40 | editor : Baskoro Septiadi

TOLERANSI: Puluhan warga muslim di Kelurahan Lodoyong memberikan ucapan selamat Natal kepada warga Kristiani di wilayah tersebut.

TOLERANSI: Puluhan warga muslim di Kelurahan Lodoyong memberikan ucapan selamat Natal kepada warga Kristiani di wilayah tersebut. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Pemandangan berbeda terlihat pada perayaan Natal 2017 di Losari RT 04/RW 04, Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Senin (25/12/2017). Dimana perayaan Natal dirayakan dirayakan oleh semua warga setempat melalui tradisi silaturahmi.

Sejak Pukul 11.00 WIB, masing-masing warga muslim di kelurahan keluar rumah untuk memberikan selamat kepada warga yang merayakan Natal dengan berjabat tangan. Ketua RT 04/RW 04 Losari, Sumarno mengatakan, silaturahmi ini telah menjadi kesepakatan warga dan berlangsung sejak tahun 2000-an.

“Kesepakatan warga masyarakat saat Lebaran dilangsungkan halal bihalal bersama pada hari pertama. Kemudian, saat Natal warga mengucapkan Natal bagi warga yang merayakannya," kata Sumarno saat ditemui usai silaturahmi Natal 2017.

Silaturahmi Natal 2017 diawali dengan sambutan Ketua RT setempat terlebih dahulu. Sambutan tersebut berisi ucapan selamat bagi warga Nasrani yang merayakan hari raya Natal 2017. Setelah sambutan, warga Nasrani berjajar di jalan kemudian dari warga Muslim memberikan selamat melalui jabat tangan.“Kegiatan ini bukan sarana ibadah sehingga tidak ada atribut ibadah. Warga hanya saling mengucapkan selamat Natal,” katanya.

Dikatakannya, sejak berlangsungnya budaya tersebut, kini Losari dikenal dengan Kampung Toleransi. Dimana, perbedaan keyakinan tersebut dapat dikelola yang baik sehingga warga saling menghormati meski berbeda keyakinan. “Ini perwujudan tolerasi dan warga menyadari adanya perbedaan tersebut, tapi perbedaan dikelola dengan baik. Mereka saling menyadari akan perbedaan tersebut,” katanya.

Di wilayah tersebut dihuni oleh 70 KK terdiri warga Muslim 50 persen dan non Muslim ada 50 persen. Salah satu warga Nasrani, Antonius Suharjono, 49, mengaku senang dan bangga atas ucapan yang disampaikan warga Muslim.“Kami sangat senang dan rindu akan seperti ini sebagai kebersamaan,” katanya.

Tidak hanya Natal, saat Idul Fitri pun juga dilakukan hal serupa. Pada Natal ini, warga Muslim di dapuk menjadi panitia silaturahmi. Saat Lebaran warga Nasrani dan non Muslim lainnya bergantian di dapuk menjadi panitia silaturahmi. “Harapan kami bersyukur ada warga lain yang bisa mencontoh yang dilakukan di sini,” ujar Antonius.

Silaturahmi Kampung Toleransi berakhir pada pukul 13.00 WIB. Setelah berakhir, semua warga menikmati makanan ringan yang mereka bawa dari rumah masing-masing. Hal serupa juga diungkapkan Sriyanto, 38, warga lain RT 4 RW 4, Kelurahan Lodoyong.

Dikatakannya tradisi di kampungnya bisa menjadi bukti bahwa Bhinneka Tunggal Ika belum sepenuhnya luntur. Sebab tradisi silaturahmi antar umat beragama di hari raya keagamaan ini tidak hanya berlangsung saat Natal.

 “Setiap tahun pasti ada kegiatan itu, baik di Natal maupun Idul Fitri. Susunan acara hingga ubo rampe acara, termasuk makanan, disiapkan oleh mereka yang beda agama,” ujar warga pemeluk agama Islam ini.

Adanya kerukunan antarumat beragama ini diyakini Sriyanto mempertebal rasa guyup dan kegotongroyongan yang sudah ada. Dikarenakan tidak sedikit tetangganya yang Nasrani mengaku terharu atas kepedulian warga Muslim.

Acara serupa juga sudah merembet ke kampung sekitar, di RT 01 dan RT 05 “Karena kita ketahui, bagaimana kondisi Tanah Air sekarang. Kampung kita tidak seperti yang diberitakan itu, ini lah Indonesia,” katanya. 

(sm/ewb/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia