Sabtu, 20 Jan 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Gagas Kurikulum Honda Safety Culture School

Selasa, 19 Dec 2017 14:59 | editor : Baskoro Septiadi

PRESENTASI : Kepala Bagian Marketing Astra Motor Jateng, Sukamto Margono membuka acara meeting bersama guru dari 10 SMK Binaan Astra Motor Jateng.

PRESENTASI : Kepala Bagian Marketing Astra Motor Jateng, Sukamto Margono membuka acara meeting bersama guru dari 10 SMK Binaan Astra Motor Jateng. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID – Belasan guru dari 10 SMK di Jateng berkumpul di kantor Astra Motor Jateng untuk menyusun kurikulum budaya keselamatan berkendara. Para guru ini berasal dari SMK binaan Astra Motor Jateng yang memiliki jurusan Teknik Sepeda Motor di sekolahnya.

Kepala Bagian Marketing Astra Motor Jateng Sukamto Margono mengatakan dikumpulkannya para guru ini guna menyusun standar baku dari pendidikan keselamatan berkendara di sekolah bedasarkan visi Astra Motor dengan kondisi dan keunikan masing-masing sekolah. “Nantinya, kurikulum yang bertajuk ‘Honda Safety Culture School’ ini diharapkan dapat diterapkan di seluruh SMK Binaan Astra Motor Jateng,“ katanya.

Ia menerangkan Honda Safety Culture School merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh Astra Motor Jateng untuk menjadikan keselamatan berkendara sebuah budaya. Program ini merupakan pertama di Indonesia yang mengangkat isu aman berkendara menjadi sebuah mata pelajaran di sekolah tingkat kejuruan. “Pendidikan keselamatan berkendara yang diterapkan di sekolah merupakan harapan Astra Motor Jateng untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan oleh pengguna sepeda motor. Apalagi 80 persen kecelakaan terjadi dari perilaku berkendara,” jelasnya.

Astra Motor Jateng menyebarkan perilaku aman berkendara ini kepada sejumlah SMK yang menjadi sekolah binaan. Total ada 62 SMK binaan yang tersebar di seluruh wilayah pemasaran Astra Motor Jateng. Menurut dia, sekolah merupakan tempat yang tepat bagi para siswa untuk belajar mengenai keselamatan berkendara. “Apa yang dilakukan guru itu menjadi panutan oleh murid-muridnya. Itu alasan kami mengajak guru menjadi bagian dari pendidikan keselamatan berkendara sebagai model dan pelaku aktif dalam masyarakatnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan Astra Motor Jateng akan terus menggencarkan kampanye aman berkendara kepada seluruh lapisan masyarakat, dengan mencari pola-pola baru dan menarik dalam meningkatkan kesadaran aman berkendara. “Tidak hanya mengejar kuantitas, namun juga kualitas dari pelatihan yang diberikan,” pungkasnya. 

(sm/den/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia