Kamis, 26 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Kenaikan Harga Bahan Pokok Masih Wajar  

Selasa, 19 Dec 2017 14:49 | editor : Baskoro Septiadi

CEK STOK DAN HARGA : Kepala Dinperindag Jateng Arif Sambodo ketika mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok di ADA Setiabudi Semarang, kemarin.   

CEK STOK DAN HARGA : Kepala Dinperindag Jateng Arif Sambodo ketika mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok di ADA Setiabudi Semarang, kemarin.   (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng rutin menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar modern dan tradisional. Sidak itu untuk memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi hingga pertengahan Januari 2018 mendatang. Termasuk mengontrol kenaikan harga agar tidak naik terlalu signifikan.

Sidak ritel modern dilakukan di Swalayan ADA Setiabudi Semarang, Senin (18/12/2017). Kepala Dinperindag Jateng, Arif Sambodo didampingi timnya, mengecek seluruh bahan pokok yang ditampilkan disana. Mulai dari beras, telur, sayur, buah, minyak, gula, hingga parsel.

Pada sidak itu, Dinperindag Jateng tidak menemukan ada yang janggal. Meski ada harga yang naik, tapi masih tergolong wajar. "Menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya harga cenderung naik. Karena itu kami cek langsung ke lapangan. Memang ada fluktuatif harga, terutama telur ayam. Di sini (ADA Setiabudi) Rp 22.500 per kilogram. Masih wajar," paparnya.

Harga bawang merah yang belakangan naik cukup drastis, lanjutnya, sudah mulai stabil. Bahkan cenderung turun. Saat ini berkisar antara Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per kilogram. Begitu juga dengan bawang putih.

Di ADA Setiabudi, Arif juga mengecek implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Minyak curah kemasan, gula kemasan, dan beras kemasan, tidak ada yang melebihi HET yang ditentukan. "Pada kemasan beras juga sudah diberi keterangan harga dan jenisnya. Jadi pembeli bisa membedakan mana beras premium dan beras medium. Ini juga sudah diatur dalam Permendag 57 Tahun 2017," terangnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengecek parsel, terutama yang berisi bahan makanan. Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan tanggal kedaluarsa, ada kemasan kaleng yang penyok atau tidak, hingga label keterangan komposisi dan SNI. "Sementara ini tidak ditemukan yang tidak sesuai aturan," bebernya.

Arif memastikan ketersediaan stok bahan pokok yang masih aman hingga Februari 2018 mendatang. Sudah banyak upaya yang dilakukan untuk mengamankan stok dan stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru. Seperti menggelar pasar murah di kabuapaten/kota di seluruh Jateng, operasi pasar dengan Bulog, hingga cek ke pasar tradsional dengan TPID dan Kaploda Jateng.

Arif meyakinkan lewat angka inflasi di Jateng. Sejak Oktober hingga akhir November kemarin, inflasi di Jateng hanya 0,29 persen saja. Lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 0,30 persen. "Artinya, harga kebutuhan bahan pokok di Jateng relatif terkendali. Jadi tidak perlu cemas," tegasnya.

Sementara itu, Store Manager ADA Setiabudi Semarnag, Heriono menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan adanya kenaikan permintaan bahan pokok. Melihat dari tahun-tahun sebelumnya, setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, ada kenaikan permintaan sekitar 20 persen. "Ada kenaikan, tapi tidak setinggi menjelang Lebaran. Kami sudah menyiapkannya sebulan lalu," terangnya.

Dia mengakui, kenaikan harga memang terjadi. Terutama telur ayam. Jika dibanding bulan lalu, harga telur ayam mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Dia tidak bisa memprediksi kapan harga itu akan kembali turun. "Kalau sayur dan buah biasanya turun pas permintaan menurun. Biasanya pertengahan Januari," bebernya.

(sm/amh/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia