Kamis, 26 Apr 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

BPR Arto Moro Optimistis Memasuki Tahun Politik 2018

Senin, 18 Dec 2017 17:24 | editor : Pratono

RAKER: Komisaris Utama BPR Arto Moro, Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM (kanan) menyerahkan hasil raker yang membahas RKAT 2018 kepada Direktur Utama, Radianto, SE untuk direalisasikan pada tahun buku 2018.

RAKER: Komisaris Utama BPR Arto Moro, Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM (kanan) menyerahkan hasil raker yang membahas RKAT 2018 kepada Direktur Utama, Radianto, SE untuk direalisasikan pada tahun buku 2018. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID--Jajaran direksi dan Dewan Komisaris PT BPR Arto Moro Semarang telah menyelesaikan penyusunan rencana kerja tahun 2018 pada Desember ini. Adapun rencana kerja dan anggaran tahun 2018, telah diputuskan secara sepakat dan mantap pada rapat kerja (kerja) yang diselenggarakan Rabu (13/12) pekan lalu, di kantor pusat BPR Arto Moro, Jalan Gajah Raya 155 Semarang.

Raker yang dihadiri oleh jajaran direksi, Dewan Komisaris dan pejabat eksekutif, juga mengevaluasi kinerja tahun buku 2017 yang segera berakhir. Artinya, kurang dari dua minggu ke depan, manajemen BPR Arto Moro hanya akan menyelesaikan hal-hal yang bersifat administratif, mengingat target pertumbuhan dan kinerja 2017 sudah tercapai. Dengan tercapainya target pertumbuhan dan kinerja 2017 sebagaimana ditetapkan oleh pemegang saham, maka jajaran direksi dan karyawan optimistis bahwa rencana kerja 2018 yang disusun dengan optimisme tinggi serta teamwork yang solid, juga akan dapat diwujudkan.

Kepercayaan yang tinggi tersebut, didasarkan pada evaluasi tahun buku 2017 dan bisnis plan 2018 yang disusun berdasarkan bottom up dari masing-masing unit kerja di BPR Arto Moro. Maka, setelah melalui tahapan analisa, RKAT 2018 pun disepakati bersama. Harapannya, aset BPR Arto Moro pada akhir 2018 mendatang, di kisaran Rp 200 miliar.

Direktur Utama BPR Arto Moro, Radianto, SE mengatakan, pada 2017, BPR Arto Moro secara signifikan mengalami pertumbuhan menggembirakan. “Tumbuh di atas rata-rata dan Alhamdulillah pencapaian 2017 semakin menjadikan manajemen optimistis memasuki tahun buku 2018,” kata Radianto. Untuk itu, Radianto menambahkan, “Kami yakin tahun ini akan melampaui BPR di Semarang yang aset sebelumnya di atas kami.”

Selain itu, pada 2017, BPR Arto Moro juga melakukan pembelian aset dalam bentuk tanah seluas 1400 meter per segi di Jalan Elang Raya, Mangunharjo Semarang, yang di atasnya pada tahun buku 2018 akan dimulai pembangunan gedung 7 lantai. Keberadaan kantor pusat BPR Arto Moro yang baru tersebut, nantinya akan menjadi pusat pengendalian bisnis BPR Arto Moro dengan fasilitas yang terintegrasi.

“Sehingga kami tidak perlu memiliki banyak kantor cabang atau kantor kas. Era teknologi informasi dan digitalisasi perlu kami persiapkan dari sekarang. Kami berharap keberadaan kami di wilayah pengembangan Kota Semarang tersebut, juga akan memicu pertumbuhan bisnis dan ekonomi di kawasan itu,” kata Radianto.

Selain pencapaian tersebut, kata Radianto, kepercayaan mitra kerja kepada BPR Arto Moro juga meningkat. “Dalam hal ini, terbukti bahwa BPR kami saat ini telah bermitra dengan bank umum. Antara lain, dengan Bank Jateng, BJB, Mandiri, CIMB Niaga, dan Danamon.” Pada 2018, sambung Radianto, “Kami akan berusaha bermitra dengan beberapa bank umum besar lainnya.”

Pada kesempatan yang sama, Eka Andika Latif, SE, selaku Direktur Operasional menyampaikan beberapa hal yang menjadi evaluasi. Di antaranya, lebih meningkatkan pelayanan kepada nasabah/masyarakat yang membutuhkan jasa perbankan, efisiensi di operasional, dan meningkatkan kualitas SDM melalui in house training maupun pelatihan yang diselenggarakan oleh instansi terkait. “Serta meningkatkan promosi sekaligus membangun image perusahaan melalui berbagai media yang ada.”

Sementara itu, Komisaris Utama Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM yang ditemui dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa dalam organisasi perbankan, RKAT merupakan arah dan kebijakan yang harus menjadi pedoman kerja. Juga harus diwujudkan melalui tata kelola perusahaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip perbankan.

Untuk itu, Dewan Komisaris menyambut gembira terhadap pencapaian BPR Arto Moro pada tahun 2017. Selanjutnya, Dewan Komisaris akan melakukan pengawasan dan mengawal jajaran direksi agar bisa mewujudkan target pertumbuhan dan perkembangan BPR di tahun buku 2018.

“Kita harus fokus, smart dan selalu progresif, mengingat tahun 2018 adalah tahun politik atau tahun pilkada, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Jangan sampai dunia perbankan di Semarang dan Jawa Tengah terkena imbas suhu politik yang panas.” BPR Arto Moro, kata Subyakto, harus fokus. “Untuk itu, saya akan mengawal dan mensupport direksi agar bisnis kami tumbuh dan berkembang dengan baik.”

(sm/ton/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia