Rabu, 13 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Gelombang Tinggi, Nelayan Tak Melaut

Selasa, 05 Dec 2017 13:47 | editor : Baskoro Septiadi

BERSANDAR: Para nelayan di Pantai Bandengan yang tak melaut memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perahu yang sudah mulai usang.      

BERSANDAR: Para nelayan di Pantai Bandengan yang tak melaut memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perahu yang sudah mulai usang.     (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID — Sekitar satu pekan ini, ratusan nelayan di Kendal tak melaut. Mereka menyandarkan perahunya lantaran cuaca laut tak menentu. Badai dan gelombang yang tinggi membuat nelayan memilih tak melaut.

Di Kelurahan Bandengan, ratusan kapal bersandar di tepi laut. Hanya beberapa nelayan yang memilih melaut, itupun pulang dengan hasil yang sedikit. Kapal yang berani melaut hanya kapal besar atau tongkang.

Salah seorang nelayan Bandengan, Abdul Hamid, mengatakan, beberapa hari terakhir ini sudah tidak melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan Laut Jawa. Para nelayan memilih kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ada juga nelayan yang memilih memperbaiki dan membenahi kerusakan perahu sembari menunggu cuaca membaik. “Lebih baik memperbaiki kapal, karena banyak perahu yang bocor akibat diterjang ombak besar saat bersandar,” katanya.

Ia mengaku, beberapa waktu lalu nekat melaut, namun ternyata cuaca di tengah laut hujan tinggi, angin kencang dan ombak besar. Sehingga ia tidak berani berlayar sampai ke tengah laut.

Nelayan tradisional Bandengan lainnya Nur Khotib mengatakan, hasil tangkap ikan saat ini memang sedikit. Sebab ikan tangkapan mencari perairan laut yang tenang. “Untuk tangkapan kepiting dan rajungan saat ini sedang tinggi, tapi para nelayan tidak berani melaut karena cuaca yang tak menentu,” jelasnya.

Selain cuaca buruk, harga tangkapan ikan juga dibeli rendah. Untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari ia harus cari pinjaman di warung. “Nanti kalau sudah melaut kami mengembalikan utang-utang,” tuturnya.

Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, nelayan di sepanjang Pantura, dan Jawa bagian tengah diimbau untuk sementara tidak melaut karena masih terjadi gelombang tinggi disertai angin kencang.

(sm/bud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia