Jumat, 15 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Desak Pemerintah Bangun Tanggul Laut

Senin, 04 Dec 2017 16:59 | editor : Ida Nor Layla

Spanduk tuntut pemerintah segera membangun tanggul laut di Sayung.

CEGAH BANJIR : Spanduk tuntut pemerintah segera membangun tanggul laut di Sayung. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID-DEMAK. Warga di wilayah Kecamatan Sayung menuntut pemerintah segera minta dibangunkan tanggul laut. Ini diperlukan agar dapat membendung laju air laut yang menerjang pemukiman warga. Dalam dua hari ini air rob telah merendam ribuan rumah penduduk serta merobohkan sejumlah bangunan rumah warga.

Jalan dan infrastruktur kampung juga rusak berat. Ini seperti terjadi di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung.  Warga Desa Sriwulan, Agoes Ma’moen Rizal menegaskan, pemerintah selaku pengambil kebijakan diharapkan secepatnya mengambil langkah langkah penanganan komprehensif mengatasi rob dikampungnya tersebut.  “Segera lakukan langkah konkrit. Karena ini bersifat darurat,” katanya, kemarin.

Sebagai pelampiasan kekesalan, warga setempat telah memasang spanduk besar yang dipasang di atas tugu batas antara Demak-Semarang.  Dalam spanduk itu tertuliskan, bahwa “Segera bangun tanggul laut, kami masyarakat Kecamatan Sayung 10 tahun tenggelam oleh rob. Jangan tenggelamkan kami”.

Kepala Desa Sriwulan, Zamroni mengatakan, pemerintah mestinya tanggap dan mau mengatasi rob tersebut dengan sungguh-sungguh. “Kasihan warga kami yang setiap hari terkena rob,” katanya. Bahkan, banyak warga yang terpaksa pindah.  

Anggota DPRD Jateng, Ida Nur Sa’adah menegaskan, detail engineering design (DED) tanggul laut Sayung sebetulnya sudah diperjuangkan dan telah dianggarkan di APBD Provinsi Jateng sebesar Rp 1 miliar.

Bahkan, dewan provinsi juga sudah mensosialisasikan kepada warga di Desa Sriwulan. Namun, program itu ternyata dikandaskan oleh pemerintah pusat dengan rencana pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang diantaranya difungsikan untuk tanggul laut.

Anggota DPR RI Fathan Subchi juga mendesak pemerintah agar segera turun tangan mengatasi rob tersebut. “Jika tidak segera diatasi, maka akan banyak desa yang tenggelam oleh rob,”katanya.

Dia mengatakan, sebelumnya DPR bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah meninjau dampak rob di Sriwulan Sayung tersebut. “Karena itu, kita tagih janji pemerintah termasuk membuat tol laut. Sebab, tol laut rencananya bisa menjadi tanggul laut di Sayung,” katanya. 

(sm/hib/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia