Minggu, 17 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Metro Pekalongan

Polisi Minta Warga Segera Bongkar Portal

Terkait Kecelakaan Menewaskan Warga Masin

Senin, 04 Dec 2017 16:08 | editor : Ida Nor Layla

Warga Desa Masin dan PT Waskita Karya membangun kesepakatan dengan dimediasi oleh Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, Senin siang (4/12/2017)

MEDIASI : Warga Desa Masin dan PT Waskita Karya membangun kesepakatan dengan dimediasi oleh Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, Senin siang (4/12/2017). (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID-BATANG. Polisi meminta warga segera membongkar portal yang mengakibatkan jalan Desa Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang lumpuh tidak bisa dilewati kendaraan sejak Minggu malam (3/12/2017) hingga Senin (4/12/2017). Polisi meminta berbagai benda, mulai bebatuan maupun palangan yang terbuat dari kayu yang ditaruh warga untuk menghalangi jalan di sepanjang Jalan Desa Masin untuk diambil semua.

Hal tersebut sesuai kesepakatan yang sudah dibuat bersama pada pertemuan warga dengan PT Waskita Karya yang dimediasi oleh Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, Senin siang (4/12/2017). 

Sedangkan aksi pemblokiran akses jalan Tol Batang-Pemalang tersebut dipicu adanya kasus kecelakaan antara sepeda motor G 5611 CC dengan truk pengangkut tanah H 1365 NW yang diduga milik PT Waskita hingga menimbulkan korban jiwa.

Adapun korban meninggal dunia, Maulida, 19, warga Desa Masin, dan sudah dimakamkan pada Senin pagi (4/12/2017) di Tempat Pemakaman Umum Desa Masin. Ratusan warga dan Kepolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga dan jajarannya tampak ikut menghadiri proses pemakaman korban di TPU setempat.

Kepala Desa Masin, Sugianto mengatakan bahwa pemerintah desa tidak mampu mencegah atau menghentikan aksi massa yang melakukan pemblokiran jalan tersebut.

Dalam pertemuan bersama, kata dia, hanya menuntut PT Waskita Karya bertanggung jawab terhadap kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. "Massa menuntut perbaikan jalan yang rusak dan penerangan jalan pada akses lintasan jalan menuju Tol Batang-Pemalang di Desa Masin," katanya.

Karena itulah, Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga meminta warga segera membuka blokir jalan. "Pembukaan portal warga ini, sesuai point kesepakatan antara warga dengan pihak pelaksana proyek. Karena akibat  kegiatan pemblokiran jalan tersebut, berimbas kepada aktivitas warga lain, terutama anak-anak sekolah yang terpaksa jalan kaki, usai pulang sekolah," ucapnya setelah pertemuan dnegan warga di Balai Desa Masin.

Kapolres juga menegaskan, pihak Waskita Karya akan menaati kesepakatan dengan tidak melakukan operasional kegiatan proyek tol selama sepekan ke depan, sebagai bentuk rasa berkabung atas meninggalnya korban.

Perwakilan Waskita Karya, Kepala Humas PBTR John Peang mengatakan bahwa pihaknya akan mematuhi kesepakatan dengan warga. "Kami akan menghentikan pembangunan proyek selama seminggu, untuk menghormati keluarga korban. Juga akan mematuhi kesepakatan dengan warga," jelasnya. 

(sm/naf/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia