Minggu, 17 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Metro Pekalongan

Kecelakaan Meninggal, Warga Masin Mengamuk

Blokir Jalan yang Dilalui Proyek Tol

Senin, 04 Dec 2017 15:53 | editor : Ida Nor Layla

Warga Masin Kabupaten Batang mengamuk tak terima warganya mengalami kecelakaan hingga meninggal akibat tertabrak kendaraan proyek tol Semarang-Batang,

TAK KUAT MENANJAK : Warga Masin Kabupaten Batang mengamuk tak terima warganya mengalami kecelakaan hingga meninggal akibat tertabrak kendaraan proyek tol Semarang-Batang, Minggu (3/12/2017). (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID-BATANG. Kecelakaan lalulintas terjadi antara sepeda motor G 5611 CC yang di kendarai Maulida Arifinai, 19, warga Desa Masin, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, dengan dumb truk pengangkut tanah H 1365 NW milik PT Waskita, Minggu (3/12/2017). Kecelakaan tersebut memicu kemarahan ratusan warga Desa Masin,. Mereka mengamuk dengan memblokir akses jalan di sekitar Jalan Desa Masin. Selain itu, mereka juga menghancurkan 2 unit kendaraan milik proyek jalan Tol Batang-Pemalang, pada Minggu (3/12/2017) pukul 20.00. Selain merusak truk, juga menjungkirbalikan sebuah mobil range rover H 1724 NY milik PT Waskita di proyek pembangunan jalan tol. 

Massa yang sudah sejak lama memendam kekesalan terhadap angkutan truk PT Waskita yang sering ugal-ugalan, merasa tidak terima dengan kasus kecelakaan yang mengakibatkan mahasiswi semester 3 tersebut meninggal di tempat, setelah terlindas ban truk.

Personel Kepolisian Resor (Polres) Batang yang datang ke lokasi kejadian, tidak mampu mencegah aksi massa itu sehingga akses jalan ditutup. Kakak korban, Rofik mengatakan kasus kecelakaan itu berawal saat sebuah truk H 1365 NY memotong jalur lintasan Masin-Pekalongan menuju jalan tol.

Saat itu, kata dia, truk pengangkut tanah tidak kuat menanjak sehingga truk mundur. Akan tetapi saat bersamaan, muncul sepeda motor yang dikendarai oleh Maulida sehingga truk menabrak korban hingga masuk ke kolong truk.

"Massa yang sudah lama memendam rasa kesal, akhirnya merobohkan sebuah mobil di jalur tol yang berada di dekat permukiman Desa Masin. Adapun truk berusaha dirobohkan tetapi tidak berhasil. Kami merasa jengkel, karena sopir truk juga melarikan diri," katanya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, AKP Adiel Aristo mengatakan bahwa polisi sudah mengamankan pengemudi truk yang diduga menabrak seorang warga Desa Masin tersebut.

"Kami berharap pada warga Desa Masin tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang melawan hukum agar proses kasus kecelakaan itu bisa secepatnya diselesaikan," katanya.

Akhirnya pukul 01.00 dini hari, kedua mobil yang dirusak warga bisa dievakuasi oleh Polres Batang dan diamankan ke Mapolres Batang. Hingga kini, sopir truk masih dicari, untuk dimintai keterangan. Karena setelah kejadian, sopir truk langsung lari ketakutan.

Hingga siang ini, Senin (4/12/2017), warga Masin masih memblokir jalan desa. Sehingga tidak bisa dilewati pengendara motor. Ratusan warga yang diwakili oleh beberapa tokoh masyarakat dan dimediasi oleh Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga sedang melakukan mediasi di Kantor kelurahan setempat. 

(sm/naf/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia