Rabu, 13 Dec 2017
radarsemarang
icon featured
Metro Pekalongan

Lemah Abang Jadi Lokasi Wisata Baru Kabupaten Pekalongan

Senin, 04 Dec 2017 15:18 | editor : Ida Nor Layla

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat meresmikan Desa Lemah Abang sebagai wisata baru Watu Bahan atau Columnar Joint.

WISATA BARU : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat meresmikan Desa Lemah Abang sebagai wisata baru Watu Bahan atau Columnar Joint. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID-KAJEN. Bupati Pekalongan, Asip Kolbihi, Minggu (3/12/2017) meresmikan Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro sebagai wisata baru edukasi dan rumah peradaban. Hal itu sesuai rekomendasi dan hasil penelitian Pusat Penelitian Arkelologi Nasional. Bahwa di Desa Lemah Abang ada beberapa situs candi yang harus dipugar dan diperbaiki, agar tampak wujud utuhnya.

Sebelumnya Badan Pusat Penelitian Arkelologi Nasional melakukan penelitian di Dukuh Bagol, Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Hasilnya di lokasi seluas 10 hektare ditemukan banyak situs bersejarah pubakala yang berusia 2 juta tahun lalu.

Menurut Asip, dengan ditetapkannya Desa Lemah Abang sebagai wisata edukasi dan rumah peradaban, maka pada awal tahun 2018 Pemda akan membangun jalan sepanjang 11 kilometer agar lokasi wisata tersebut mudah dijangkau.

“Kami akan membangun akses jalan yang bagus, yakni mulai dari Desa Lemah Abang hingga batas Desa Sidoarjo, atau sepanjang 11 kilometer, demikian juga dengan lampu penerangan jalan umum dan rambu jalan, semua kita pasang dan perbaiki, untuk menunjang wisata Watu Bahan ini,” ungkapnya.

Bupati juga mengatakan Desa Lemah Abang, adalah salah satu desa dengan kondisi terpencil dan miskin. Namun setelah adanya penelitian dari Pusat Penelitian Arkelologi Nasional, bahwa ditemukan beberapa situs purbakala dan candi, desa tersebut menjadi salah satu desa dengan daya tarik tumpukan batu berukuran yang tertata rapi.

Menurutnya dengan diresmikannya wisata Watu Bahan  atau dikenal nama ilmiah Columnar Joint, yakni batu tegak berbentuk segi enam terbentuk dari aktifitas vulkanis pada 20 juta tahun lalu, maka Pemda dan masyarakat sekitar harus berbenah untuk menyambut pengunjung baik dari dalam dan luar negeri.

“Saya harap dengan diresmikannya objek wisata ini, maka akan menjadi pemantik atau pembangkit ekonomi lainnya di Kecaamatan Doro, dengan mengembangkan semua potensi ekonomi yang ada, mulai dari durian dan lainnya,” kata Bupati Asip.

Dia juga menjelaskan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkelologi Nasional, ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa batu bahan terjadi karena kejadian alam yang disebut dengan Proses Sedimentasi. Yakni merupakan batuan alam yang terjadi karena luapan magma, yang keluar lewat kaki gunung Rogojembangan, melewati pori-pori bumi disertai zat kapur yang memisahkan magma satu, dengan magma yang lain dan terjadi pendinginan cepat sehingga terbentuk Watu Bahan. Hal itu terjadi kurang lebih 2 juta tahun yang lalu.

“Dari sejumlah rock site atau situs bebatuan di negara dunia, tercatat ada 369 rock park dalam berbagai formasi dan bentuk. Bilamana formasi Watu Bahan dibuat menjadi rock park atau taman batu, seperti yang ada di Watu Bahan Desa Lemah Abang ini, maka  akan menambah satu angka menjadi rock park yang ke 370, yang ada di dunia.” jelasnya.

(sm/thd/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia